Sementara itu, Harashta Haifa, turut menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam setiap penampilan.
“Harus diingatkan ternyata sungguh luar biasa sekali budaya Indonesia ini, diversifikasi dari Sabang sampai Merauke. Aku juga mau bilang terima kasih buat iForte karena sudah memberikan wadah bagi para anak-anak SMA dan juga mahasiswa-mahasiswi untuk melestarikan budaya Indonesia,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Rusmedie Agus juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari orang tua hingga para pelatih.
“Saya mengucapkan terima kasih, sampaikan salam kami pada orang tua yang telah mendukung anak-anaknya untuk datang ke kompetisi ini. Juga kepada coach dan guru yang telah membuat kalian bersinar di panggung malam hari ini,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Medie ini menambahkan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pertemuan bagi generasi muda Indonesia.
“Ini bukan hanya ruang untuk berkompetisi, tapi juga ruang untuk bertemu bersama generasi-generasi muda di Indonesia,” lanjutnya.
Dari 30 tim yang tampil, terpilih para pemenang terbaik di masing-masing kategori. Untuk kategori perguruan tinggi, Juara 1 diraih oleh Jaguwar dari Universitas Negeri Surabaya, disusul Katis Dance Company dari ISI Padang Panjang sebagai Juara 2, dan Naraya dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai Juara 3.
Sementara, di kategori SMA/SMK sederajat, Juara 1 diraih oleh Semata dari SMKN 5 Denpasar, Juara 2 oleh Spots dari SMA Cita Hati East Campus Surabaya, dan Juara 3 oleh Dixie.49 dari SMAN 49 Jakarta.
Selain itu, sejumlah penghargaan khusus juga diberikan, yakni Best Costume untuk Yatha Aruna dari SMAN 2 Pare, The Most Ethnic Group untuk Original Artist Papuan (OAP) dari ISBI Tanah Papua, serta Most Favorite Group untuk Maniac Dance dari SMAN 15 Bandar Lampung.
Baca Juga: Raisa Debut jadi Juri Tari, Percaya Kekuatan ‘Soul’ Lebih Penting