PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) yang menaungi Gojek menyatakan dukungan penuh dan komitmen konkret terhadap arahan kebijakan pemerintah terkait komisi ojek online. Kebijakan tersebut menetapkan skema bagi hasil 92% untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide). Dengan aturan ini, perusahaan akan menerima potongan komisi sebesar 8%, dibanding sebelumnya sebesar 20%.

Hans Patuwo, Direktur Utama/CEO GoTo, menyampaikan, “Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan.”

Baca Juga: Beasiswa Gojek Tambah Kuota, Mitra Driver dan Anak Bisa Lanjut Kuliah Sarjana

Untuk mendukung arahan pemerintah terkait skema bagi hasil ojek online, Gojek dan GoTo mengumumkan empat langkah yang akan dilakukan:

1. Komitmen Gojek dan GoTo Dukung Arahan Presiden Prabowo Subianto Terkait Komisi Ojek Online

Gojek dan GoTo menyadari adanya tanggung jawab sebagai platform transportasi online untuk menjaga kesinambungan roda pergerakan masyarakat setiap harinya. "Untuk itu, untuk layanan GoRide Reguler, layanan yang paling memiliki banyak pengguna, perubahan yang akan kami lakukan akan mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan mitra pengemudi dan harga yang dibayarkan konsumen. Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler," tegas Hans.

2. Penghapusan “Program Langganan GoRide Hemat” untuk Mitra Pengemudi

Sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan “Program Langganan GoRide Hemat” untuk mitra pengemudi. Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler. Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.

3. Mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia

Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang teguh, Gojek terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas, seperti Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan terus dilanjutkan.

Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra dan keluarga ini sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah, khususnya misi meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta misi pemerataan ekonomi.

4. Dengan Kekuatan Ekosistem, Gojek dan GoTo akan Terus Berkelanjutan

Hans mengakui bahwa perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide. Namun demikian, dia percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan kami.

"Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, kami optimis dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo. Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama”, tutup Hans.