Presiden Prabowo Subianto melemparkan kritik kerasnya kepada pihak-pihak yang meremehkan Indonesia. Termasuk anggapan dari luar negeri yang menilai masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang malas.
Pernyataan keras Kepala Negara tersebut disampaikan saat meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela secara virtual, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Kans Prabowo Gandeng Gibran di Pilpres 2029 Cuma 30 Persen
Menurutnya, persepsi negatif tersebut muncul karena keramahan bangsa Indonesia yang disalahartikan.
"Mungkin karena kebaikan bangsa Indonesia, keramahtamahan kita, kita dibilang lemah. Kita dibilang bangsa yang santai. Kita dibilang bangsa yang malas. Rakyat Indonesia, para pribuminya, hobinya tidur," katanya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Menurutnya, jutaan rakyat Indonesia bekerja sejak dini hari.
Baca Juga: Gara-Gara Gibran, Dinasti Jokowi Berakhir 2029...
Ia pun mencontohkan para petani, nelayan, hingga masyarakat yang bekerja saat hari masih gelam dan baru kembali ketika malam tiba.
"Ada bangsa-bangsa yang tidak melihat rakyat kita bangun sangat pagi. Ada yang ke sawah, ada yang ke ladang, ada yang mencari air, mencari kayu, ada yang berburu, ada yang melaut pada saat masih gelap, dan kembalinya pun pada saat gelap," tegasnya.
Karena itu, pihaknya pun mengajak seluruh pihak untuk menghargai kerja keras masyarakat Indonesia.
"Semua pihak juga harus mengerti Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, bukan pemimpin yang penakut," tegasnya lagi.