Growthmates, demam yang datang tiba-tiba disertai batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, dan kelelahan bisa membuat siapa pun bertanya-tanya: apakah ini H1N1 atau sekadar flu musiman?

Masalahnya, keduanya dapat menimbulkan gejala yang nyaris serupa sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan.

H1N1 sendiri merupakan salah satu jenis influenza yang dapat menyerupai flu musiman. Karena itu, dokter tidak hanya melihat gejala, tetapi juga memperhatikan perjalanan penyakit, kondisi kesehatan, faktor risiko, serta melakukan tes bila diperlukan.

Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (18/8/2026), berikut tanda-tanda yang diperhatikan dokter sebelum menentukan langkah penanganan.

1. Gejala Saja Tidak Cukup Membedakan H1N1 dan Flu Musiman

Menurut Dr. Manisha Mendiratta, Direktur & Kepala Departemen Pulmonologi Sarvodaya Hospital, Sektor-8, Faridabad, membedakan H1N1 dan flu musiman hanya berdasarkan gejala merupakan langkah yang tidak tepat.

“Adalah kesalahan besar jika mencoba membedakan antara H1N1 dan flu musiman hanya dengan melihat mana yang menyebabkan demam atau nyeri tubuh lebih parah. Tidak ada daftar periksa gejala yang dapat diandalkan untuk membedakan keduanya,” ungkapnya.

Baik H1N1 maupun influenza musiman dapat menyebabkan demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, hidung tersumbat, dan pilek. Pada sebagian pasien, gejala juga dapat disertai muntah atau diare.

Tumpang tindih gejala tersebut membuat upaya menebak jenis virus secara mandiri menjadi sulit. Bahkan, tidak semua penderita influenza mengalami seluruh gejala yang umum dikenal.

2. Perkembangan Penyakit Menjadi Petunjuk Penting

Selain melihat gejala awal, dokter juga memantau bagaimana kondisi pasien berkembang dalam beberapa hari berikutnya. Perjalanan penyakit dapat memberikan informasi yang lebih berarti dibandingkan satu gejala tertentu.

Dr. Vijay Arora, Direktur Utama & Kepala Departemen Penyakit Dalam Yashoda Medicity, mengatakan kondisi pasien harus menjadi perhatian utama, terutama ketika muncul tanda-tanda perburukan.

“Ujian sesungguhnya di musim flu bukanlah mengidentifikasi H1N1, melainkan mendeteksi penurunan kondisi sebelum berubah menjadi krisis," tukasnya.

Menurutnya, banyak kasus penyakit mirip flu tanpa komplikasi mulai membaik dalam beberapa hari pertama. Namun, demam yang berlangsung lebih dari 72 jam atau kembali muncul setelah sempat mereda perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

3. Sesak Napas dan Nyeri Dada Perlu Diwaspadai

Kondisi sistem pernapasan juga menjadi salah satu hal penting yang diperhatikan dokter. Pasalnya, gejala influenza yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius pada sebagian orang.

Dr. Harish Kumar Verma, Direktur Institute of Respiratory Medicine di ShardaCare - Healthcity, menegaskan bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan apakah seseorang mengalami H1N1 atau influenza musiman.

“H1N1 memiliki banyak kemiripan dengan influenza musiman, sehingga diagnosis apa pun tidak mungkin dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain selain gejala,” terangnya.

Ia menyebut, beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian, seperti kesulitan bernapas, nyeri dada, penurunan kadar oksigen, rasa kantuk yang berat, hingga kesulitan makan.

Munculnya tanda-tanda tersebut dapat mengubah tingkat urgensi penanganan dan menjadi alasan untuk segera mendapatkan evaluasi medis.

Baca Juga: Kalbe Gelar Diskusi Daring tentang Influenza: Bisa Sebabkan Pneumonia