4. Tes Dapat Membantu, tetapi Tidak Selalu Diperlukan

Jika diperlukan, dokter dapat menggunakan sampel dari saluran pernapasan untuk mendeteksi influenza. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan tes antigen cepat maupun tes molekuler.

Tes molekuler umumnya lebih sensitif dan dapat memberikan informasi yang lebih jelas ketika konfirmasi influenza atau identifikasi tertentu memang dibutuhkan.

Pedoman pengujian influenza dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menegaskan bahwa gejala saja tidak dapat memastikan seseorang terkena influenza.

Tes cepat pun dapat memiliki akurasi lebih rendah dibandingkan tes molekuler, sehingga hasil negatif dari tes cepat tidak selalu menyingkirkan kemungkinan influenza.

Karena itu, pemeriksaan tidak otomatis diperlukan bagi setiap orang yang mengalami demam dan batuk. Dokter mempertimbangkan apakah hasil tes akan memengaruhi keputusan pengobatan atau langkah pengendalian infeksi.

“Tes hanya penting jika hasilnya memengaruhi pilihan pengobatan atau pengendalian infeksi. Penilaian klinis lebih penting daripada sekadar menebak jenis strain virusnya,” ujar Dr. Mendiratta.

5. Fokus Utama Bukan Sekadar Menentukan Nama Virus

Dokter juga mempertimbangkan situasi influenza yang sedang terjadi di masyarakat. Jika kasus penyakit mirip flu sedang meningkat di suatu wilayah, informasi tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan klinis.

Namun, kondisi individu tetap menjadi faktor utama. Risiko komplikasi juga berbeda antara orang dewasa muda yang sehat dengan kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta.

“Jangan berfokus pada penamaan penyakit, melainkan pada pengenalan dini influenza dan dimulainya pengobatan, sembari menghindari penggunaan antibiotik yang tidak efektif melawan influenza,” kata Dr. Mendiratta.

Antibiotik juga tidak dapat mengobati influenza karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus, terutama bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami komplikasi atau mengalami penyakit berat.

Nah Growthmates, pada akhirnya, tidak ada tabel gejala sederhana yang dapat memastikan apakah seseorang mengalami H1N1 atau flu musiman.

Yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan kondisi. Demam yang berangsur membaik berbeda dengan demam yang terus berlangsung atau kembali muncul. Batuk juga berbeda dengan sesak napas yang semakin berat.

Karena itu, mengenali tanda-tanda perburukan dan mendapatkan pemeriksaan ketika diperlukan dapat menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui nama atau jenis strain virus yang menyebabkan infeksi.

Baca Juga: 5 Minuman yang Bisa Bantu Redakan Flu dan Batuk, Cobain Yuk!