Politisi PDI-Perjuangan Ferdinand Hutahaean menyoroti poster Dedi Mulyadi menjadi presiden periode 2029- 2024. Poster ini belakangan berseliweran di media sosial dalam poster itu disebutkan Dedi Mulyadi sebagai presiden didampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai wakil presiden dengan kabinetnya yang bernama Kabinet Tangguh yang diisi sejumlah nama tokoh-tokoh berpengaruh.
Ferdinand justru tertawa terbahak-bahak ketika melihat poster tersebut, dia mengatakan mayoritas pendukung Dedi Mulyadi pasti senang dengan hal itu, namun bagi Ferdinand hal sukar diwujudkan. Dia mengatakan duet Dedi Mulyadi-Ahok adalah sesuatu yang tidak akan pernah terjadi, duet ini hanya imajinasi yang tak mungkin terealisasi.
"Poster itu adalah gambaran hati dari pendukung KDM terutama masyarakat yang tidak paham politik. Mereka hanya berasumsi liar yang dipengaruhi perasaan tanpa paham dan tidak mengenali tokoh-tokoh yang namanya dimasukkan dalam poster tersebut," ujar Ferdinand dalam keterangannya Rabu (2/9/2026).
"Ini sama saja menyatukan minyak dan air dalam satu wadah, artinya hal itu mustahil bisa terwujud. Namun demikian, saya sah saja orang berharap, namanya juga harapan iya kan? Tapi harapan itu juga harus rasional dan tidak hanya berdasarkan perasaan semata," tambahnya.
Ferdinand mengatakan, penyebaran poster itu jelas bukan sebuah kebetulan, itu adalah skenario politik yang sudah dipikir masak-masak. Dia mengatakan tujuan penyebaran poster itu jelas untuk mengerek elektabilitas Dedi Mulyadi serta untuk mempengaruhi persepsi publik.
"Saya melihat bahwa ini hanya buatan buzzer pendukung KDM yang ingin semakin membangun persepsi publik untuk kepentingan elektabilitas KDM. Di luar semua itu, bagi saya poster ini hanya lawakan saja. Sesuatu yang tidak akan pernah terwujud," imbuhnya.
Ferdinand mengatakan, gaya berpolitik seperti ini sebenarnya sudah kuno dan tak efektif lagi dipakai untuk memancing atensi publik, cara-cara seperti ini kata sering dilakukan Joko Widodo (Jokowi) dan para pendukungnya.
"Belum kapok-kapok nih gaya Jokowi jilid 2," pungkasnya.