Dokter sekaligus entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan bahwa dirinya mengonsumsi kopi hingga tiga kali sehari.

Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak otomatis berbahaya selama masih dalam batas wajar dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

“Berapa kali dokter Tirta minum kopi? Jawabannya, tiga kali. Emang nggak bahaya? Nggak bikin mati?,” terang dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (22/5/2026).

dr. Tirta menuturkan bahwa jenis kopi yang paling sering dikonsumsi adalah Americano, yaitu espresso yang dicampur air sehingga kadar kafeinnya tidak sekuat espresso murni.

“Americano itu adalah espresso yang ditambahkan pakai air. Sehingga kandungan kafeinnya nggak sebesar espresso,” kata dr. Tirta.

Menurut dr. Tirta, konsumsi kopi harian dalam jumlah tertentu masih tergolong aman berdasarkan berbagai penelitian ilmiah yang ia pelajari sejak masa kuliah hingga sekarang.

“Saya skripsinya kopi, dan sampai sekarang jurnalnya juga sudah update. Selain saya, juga banyak yang sudah nulis paper tentang ini,” jelasnya.

Ia menyebut, konsumsi sekitar 3–6 gelas espresso per hari umumnya hanya memberikan peningkatan tekanan sistolik ringan dan tubuh dapat membentuk toleransi terhadap efek kafein.

“Konsumsi kopi harian itu 3–6 gelas espresso saja, itu hanya menyebabkan peningkatan sistolik sedikit, sekitar 8–10 persen. Dan akan menyebabkan toleransi pada saraf simpatis akibat efek kafeinnya,” ujar dr. Tirta.

Selain membahas efek kesehatan, dr. Tirta juga menyinggung sejarah minuman Americano yang disebut muncul karena orang Italia tidak terbiasa meminum espresso yang terlalu kuat.

“Awal mulanya Americano dibuat dari Italia gara-gara mereka minum espresso itu nggak kuat, lalu ditambahkan air,” katanya.

Baca Juga: Dokter Tirta: Bisnis Bukan Sekadar Mulai, tapi Harus Paham Pasar

dr. Tirta menambahkan, di Italia minuman serupa lebih dikenal dengan istilah lungo.

“Kalau kamu ke Italia, nyebutnya bukan Americano, tapi lungo. Espresso tapi sedikit ditambahkan air,” lanjutnya.

Meski begitu, dr. Tirta mengingatkan bahwa konsumsi kopi berlebihan tetap dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada jantung.

“Kecuali kamu minum kopinya itu 3 liter per hari. Dijamin gangguan jantung,” tegasnya.

dr. Tirta juga mengingatkan bahwa orang dengan gangguan aritmia atau irama jantung perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kopi, khususnya espresso.

“Bagi orang yang memiliki gangguan aritmia atau gangguan irama jantung, memang konsumsi kopi, terutama yang espresso, harus dibatasi,” jelas dr. Tirta.

Sebagai alternatif, ia menyarankan kopi yang dicampur susu seperti latte atau cappuccino karena dinilai lebih ringan.

“Diizinkan jika kamu memakai campuran lain. Contoh latte, campur dengan susu, cappuccino juga bisa,” katanya.

Soal kebiasaan minum kopi, dr. Tirta mengaku lebih memilih kopi tanpa gula tambahan. Jika membutuhkan rasa manis, ia memilih mendapatkannya dari susu.

“Kalau saya, saya lebih nyaman meminum kopi itu tanpa gula. Jika harus pakai gula, biasanya gulanya didapatkan dari gula laktosa, yaitu susu,” ujarnya.

Di akhir penjelasannya, dr. Tirta mengakui kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya untuk membantu fokus dan menjaga energi saat bekerja.

“Kenapa saya habit-nya ngopi terus? Karena kopi ini membuat saya sudah dependent sebagai sarana untuk konsentrasi dan sebagai booster,” pungkasnya.

Baca Juga: Waspada Doomscrolling Bisa Picu Saraf Kejepit di Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter Tirta