Namun, dalam praktiknya, jus sering kali hanya menyisakan bagian cair sehingga anak tidak mendapatkan serat sebanyak ketika mengonsumsi buah secara utuh.

“Kalau jus buah masih oke kalau misalnya ampasnya juga dimakan. Tapi mostly kan kadang airnya aja yang dimakan. Jadi kita cuma dapat fruktosa atau air gulanya aja, which is nggak bagus,” jelasnya.

Karena itu, dibandingkan memberikan jus sebagai konsumsi rutin, orang tua sebaiknya membiasakan anak mengonsumsi buah dalam bentuk utuh.

Dengan cara tersebut, kata dia, anak tidak hanya mendapatkan rasa manis dari buah, tetapi juga serat yang berperan penting dalam pola makan sehat.

Selain jus buah, makanan lain yang perlu diperhatikan adalah abon. Meski bahan dasarnya berasal dari daging dan daging dikenal sebagai salah satu sumber protein, proses pengolahan abon membuat karakteristik gizinya menjadi berbeda.

“Terus yang kedua abon, karena abon juga walaupun dia memang base-nya dari daging, tapi ketika memang dia udah digoreng, dikeringin, sebenarnya proteinnya sangat terdenaturasi,” tutup dr. Nadhira.

Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kanker Menurut Dokter Spesialis Gizi, Bukan Dilarang tapi Wajib Dibatasi!