Dokter sekaligus entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa dokter Tirta, menyampaikan sejumlah pandangan dan kritik terkait berbagai kebijakan publik yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah.

Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan hak sebagai warga negara dan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Menurut dokter Tirta, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang dalam sistem demokrasi Indonesia. Karena itu, ia menilai kritik seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman ataupun bentuk permusuhan terhadap pemerintah.

"Kritik itu bukan musuh. Kritik itu artinya tanda kita peduli, bukan berarti karena kita itu musuh. Tugas saya sebagai warga negara dalam menjalankan demokrasi adalah mengawasi, dan salah satu bentuk pengawasan adalah menyampaikan kritik," tutur dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (12/6/2026).

Ia juga menolak anggapan bahwa setiap kritik harus selalu disertai solusi. Menurutnya, kritik pada dasarnya merupakan bentuk evaluasi yang sah disampaikan masyarakat.

"Belum tentu kritik itu harus ngasih solusi. Sama seperti kalian mengkritik restoran atau musisi yang nyanyinya fals, itu tidak harus ngasih solusi. Kritik adalah bentuk evaluasi dan introspeksi," katanya.

Salah satu sorotan utama yang disampaikan dokter Tirta adalah pentingnya perbaikan komunikasi publik para pejabat negara. Ia meyakini para pejabat yang duduk di pemerintahan maupun lembaga negara merupakan orang-orang kompeten, namun menurutnya cara menyampaikan pesan kepada publik masih perlu dibenahi.

dokter Tirta menilai, tidak semua hal yang ada dalam pikiran pejabat perlu disampaikan secara langsung tanpa pertimbangan strategi komunikasi yang matang.

"Tolong komunikasi publiknya diperbaiki. Saya yakin para pejabat kita adalah orang-orang pintar. Tapi tidak semua hal yang ada di kepala harus disampaikan kepada publik. Ada strategi komunikasi publik dan manajemen komunikasi krisis yang harus diperhatikan," ujarnya.

Menurutnya, sejumlah pernyataan yang muncul di ruang publik justru berpotensi menimbulkan polemik yang tidak perlu dan memperkeruh suasana.

dokter Tirta juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai masa libur sekolah saat ini dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum untuk mengevaluasi program tersebut secara menyeluruh.

Meski mendukung upaya peningkatan gizi anak melalui program tersebut, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif.

"Kalau memang MBG mau dilanjutkan, monggo. Untuk memperbaiki nutrisi, silakan. Tapi momen libur sekolah ini bisa dijadikan evaluasi. Apa yang salah, apa yang perlu diperbaiki, bagaimana pengelolaan anggarannya, semuanya bisa dievaluasi selama masa liburan," kata Tirta.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut untuk mengesampingkan ego masing-masing dan fokus pada perbaikan sistem.

Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Kesalahan Umum di Perusahaan, Apa Itu?