Selain vitamin D dan kalsium, dr. Asa juga menekankan pentingnya asupan nutrisi lain, terutama protein, yang berperan besar dalam proses pertumbuhan.

“Dan yang namanya tinggi badan itu, itu multifaktorial. Selain tadi kalsium, vitamin D-nya udah bagus. Jangan lupa juga nutrisi lainnya, makannya harus banget, terutama proteinnya,” ujarnya.

Tak hanya soal nutrisi, faktor gaya hidup juga berpengaruh besar. Tidur yang cukup, terutama di malam hari, sangat penting untuk memaksimalkan produksi hormon pertumbuhan.

“Tidur malam harus cukup, maksimal jam 9 udah tidur, lebih bagus lagi lho. Jam 8 malam udah tidur untuk memaksimalkan hormon pertumbuhan,” jelasnya.

dr. Asa melanjutkan, aktivitas fisik seperti berlari dan melompat juga dianjurkan karena dapat merangsang pertumbuhan tulang secara optimal.

“Jangan lupa juga aktivitas fisik, olahraga, yang banyak lari, yang banyak lompat,” kata dr. Asa.

Di tengah maraknya produk suplemen yang mengklaim bisa menambah tinggi badan secara instan, dr. Asa pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Ia menegaskan bahwa tidak ada cara instan yang aman untuk meningkatkan tinggi badan secara signifikan.

“Nah yang penting banget hati-hati jangan kemakan iklan suplemen yang menjanjikan bisa menambah tinggi badan secara instan,” tegasnya.

Bahkan, ia mengingatkan bahwa beberapa produk tersebut bisa berisiko bagi kesehatan, termasuk mempercepat penutupan lempeng pertumbuhan tulang.

“Hati-hati malah bahaya, isinya sesuatu yang mungkin bisa mempercepat penutupan lempeng pertumbuhan, hati-hati banget,” pungkas dr. Asa.

Baca Juga: Dari Stroke Hingga Jantung, Ini Perbedaan Risiko Darah Tinggi dan Darah Kental Menurut Dokter Ahli