Selain memperhatikan gejala, orang tua juga perlu menjaga kesehatan saluran cerna anak melalui pola makan yang tepat. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula tambahan atau added sugar.
dr. Miza menjelaskan bahwa gula alami yang terdapat pada buah maupun susu tidak termasuk dalam kategori gula tambahan. Buah mengandung fruktosa alami, sementara susu mengandung laktosa yang memang secara alami terdapat dalam bahan pangan tersebut.
“Added sugar adalah gula yang ditambahkan oleh siapa pun, baik oleh pabrik maupun saat proses memasak, untuk menambah rasa. Buah dan susu yang mengandung gula alami tidak termasuk dalam kategori gula tambahan,” jelasnya.
Untuk anak berusia di atas dua tahun, batas konsumsi gula tambahan yang dianjurkan adalah sekitar 25 gram per hari. Sementara pada anak di bawah usia dua tahun, ia menyarankan agar paparan gula tambahan sebisa mungkin dihindari.
“Kalau saya pribadi berharap anak di bawah dua tahun masih belum terpapar gula tambahan, walaupun beberapa penelitian menyebutkan batasnya sekitar 10 sampai 15 gram per hari,” ujarnya.
Selain membatasi gula tambahan, konsumsi serat dari buah dan sayuran juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak. Serat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem di dalam usus.
“Teman utama bakteri baik di saluran cerna itu sebenarnya adalah fiber atau serat. Kita memang bisa mendapatkan serat dari berbagai sumber, tetapi semakin alami sumbernya, semakin baik untuk kesehatan pencernaan,” kata dr. Miza.
Karena itu, ia mendorong orang tua untuk membiasakan anak mengonsumsi buah dan sayuran sejak dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal.
“Serat yang alami itu semakin bagus untuk pencernaan kita,” pungkasnya.
Baca Juga: Anggi Marito Ingatkan Orang Tua Jangan Sepelekan Masalah Pencernaan Anak