Meski demikian, dr. Ayman memahami kondisi di Indonesia, terutama ketika masyarakat membeli ayam dari pasar tradisional yang terkadang masih terdapat sisa kotoran, tanah, atau bulu.
Dalam kondisi tersebut, ia menjelaskan bahwa ada solusi tengah yang dapat dilakukan jika memang ayam harus dibersihkan.
“Kalau memang terpaksa harus dicuci karena ayamnya masih terlihat kotor, sebaiknya jangan di wastafel tempat biasa kita mencuci makanan lain. Bisa menggunakan baskom atau wadah terpisah, lalu mencucinya juga harus hati-hati supaya percikan airnya tidak menyebar ke mana-mana,” jelasnya.
Setelah ayam dicuci, kata dr. Ayman, area yang digunakan juga harus segera dibersihkan. Wastafel atau permukaan yang terkena air cucian ayam perlu dibersihkan kembali menggunakan cairan pembersih, kemudian tangan harus dicuci hingga bersih sebelum menyentuh makanan lain.
“Habis dicuci, ayamnya ditaruh di tempat terpisah dari makanan lain. Wastafelnya dibersihkan lagi, lalu cuci tangan. Jadi bukan harus steril, tapi harus benar-benar bersih untuk mencegah bakteri berpindah,” kata dr. Ayman.
dr. Ayman pun kembali menegaskan bahwa cara paling aman untuk menghilangkan bakteri pada ayam bukan melalui pencucian, melainkan melalui proses pemasakan yang tepat.
“Yang paling penting adalah pastikan ayam matang sempurna sampai bagian dalam. Suhu sekitar 74 derajat Celsius bisa membunuh bakteri yang ada. Jadi fokusnya bukan mencuci ayam, tapi bagaimana ayam dimasak dengan benar,” pungkas dr. Ayman.
Baca Juga: Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Berbahayakah? Begini Penjelasan Dokter Tirta