Growthmates, kebiasaan mencuci ayam mentah sebelum dimasak masih sering dilakukan banyak orang. Sebagian menganggap langkah ini penting untuk membersihkan kotoran atau sisa-sisa yang menempel pada ayam. Namun, dari sisi keamanan pangan, mencuci ayam mentah justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri di area dapur.
Menurut Dokter Ahli Mikrobiologi Klinis, dr. Ayman Alatas, Sp.MK., ayam mentah yang sudah dalam kondisi bersih sebaiknya tidak perlu dicuci sebelum dimasak.
Hal ini sesuai dengan berbagai panduan keamanan pangan, termasuk rekomendasi dari lembaga kesehatan seperti CDC.
“Menurut guideline, misalkan CDC atau guideline lainnya di Eropa, tidak disarankan untuk mencuci ayam mentah. Karena risiko cross-contamination atau kontaminasi silang itu bisa terjadi. Bakterinya bisa menyebar ke wastafel, permukaan dapur, atau makanan lain yang akhirnya bisa berbahaya,” terang dr. Ayman, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (24/6/2026).
dr. Ayman menuturkan, proses mencuci ayam di bawah keran mengalir dapat membuat percikan air membawa bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter berpindah ke berbagai area dapur.
Padahal, kata dia, bakteri tersebut tidak hilang hanya dengan membilas ayam menggunakan air.
“Kalau beli ayam mentah yang kondisinya sudah bersih, sebenarnya tidak perlu dicuci, langsung dimasak saja. Karena yang membunuh bakterinya adalah proses memasaknya, bukan dicuci,” tambahnya.
Baca Juga: Sering Bangun Tidur Malah Badan Terasa Sakit? Dokter Orthopedi Ungkap Penyebabnya
Meski demikian, dr. Ayman memahami kondisi di Indonesia, terutama ketika masyarakat membeli ayam dari pasar tradisional yang terkadang masih terdapat sisa kotoran, tanah, atau bulu.
Dalam kondisi tersebut, ia menjelaskan bahwa ada solusi tengah yang dapat dilakukan jika memang ayam harus dibersihkan.
“Kalau memang terpaksa harus dicuci karena ayamnya masih terlihat kotor, sebaiknya jangan di wastafel tempat biasa kita mencuci makanan lain. Bisa menggunakan baskom atau wadah terpisah, lalu mencucinya juga harus hati-hati supaya percikan airnya tidak menyebar ke mana-mana,” jelasnya.
Setelah ayam dicuci, kata dr. Ayman, area yang digunakan juga harus segera dibersihkan. Wastafel atau permukaan yang terkena air cucian ayam perlu dibersihkan kembali menggunakan cairan pembersih, kemudian tangan harus dicuci hingga bersih sebelum menyentuh makanan lain.
“Habis dicuci, ayamnya ditaruh di tempat terpisah dari makanan lain. Wastafelnya dibersihkan lagi, lalu cuci tangan. Jadi bukan harus steril, tapi harus benar-benar bersih untuk mencegah bakteri berpindah,” kata dr. Ayman.
dr. Ayman pun kembali menegaskan bahwa cara paling aman untuk menghilangkan bakteri pada ayam bukan melalui pencucian, melainkan melalui proses pemasakan yang tepat.
“Yang paling penting adalah pastikan ayam matang sempurna sampai bagian dalam. Suhu sekitar 74 derajat Celsius bisa membunuh bakteri yang ada. Jadi fokusnya bukan mencuci ayam, tapi bagaimana ayam dimasak dengan benar,” pungkas dr. Ayman.
Baca Juga: Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Berbahayakah? Begini Penjelasan Dokter Tirta