Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow baru-baru ini. Pertemuan kedua kepala negara itu menghasilkan sejumlah kesepakatan. 

Kesepakatan yang dicapai kedua kepala negara itu mencakup kerja sama pada berbagai sektor strategis, terutama energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk ketahanan energi migas serta hilirisasi. 

Baca Juga: Prabowo Bakal Resmikan Museum Marsinah pada May Day 2026

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan, diplomasi kedua kepala negara bakal berimbas besar pada ketahanan energi di dalam negeri. Diplomasi itu kata dia dapat membendung ancaman krisis energi gara-gara gejolak Timur Tengah Imbas perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

“Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya demikian, begitu,” kata Eddy dilansir Rabu (15/4/2026). 

Ia menjelaskan, dinamika energi global saat ini tengah mengalami disrupsi yang memicu terbentuknya pasar penjual (seller’s market). Dalam kondisi ini, negara produsen energi memiliki kendali lebih besar dalam menentukan harga, volume, hingga tujuan distribusi energi.

Situasi tersebut, lanjut Eddy, sempat menimbulkan kekhawatiran terkait ketahanan energi nasional. Namun, dengan adanya kerja sama yang dijajaki pemerintah Indonesia bersama Rusia, risiko tersebut dinilai dapat ditekan.

“Kita tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika misalnya kendaraan kita enggak bisa berjalan ya, kapal laut tidak bisa berlayar, ya kereta api tidak bisa berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan pemerintah juga telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas energi dalam negeri. Salah satunya melalui kebijakan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut dia, langkah tersebut sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global.

“Baik itu BBM untuk kendaraan transportasi maupun untuk rumah tangga yang LPG 3 kilogram ya. Jadi saya kira ini kebijakan yang sangat baik untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, termasuk energi, ekonomi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.

Dalam pertemuan di Moskow, Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Rusia sebagai mitra strategis di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Profil Ferry Juliantono, Eks Tapol Era SBY, Kini Jabat Menteri Koperasi di Pemerintahan Prabowo Subianto

“Kami memandang Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” ujar Prabowo.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.