Ferry Juliantono adalah Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto Sebelumnya ia menjabat sebagai  Wakil Menteri di kementerian yang sama. Ferry dilantik Prabowo pada 8 September 2025. 

Ferry bukanlah sosok baru di kancah politik nasional, namanya telah lama dikenal sebagai salah satu tokoh besar di dunia politik Tanah Air.

Sebelum benar -benar terjun ke dunia politik dengan bergabung di beberapa partai politik besar, Ferry terlebih dahulu dikenal sebagai aktivis yang vokal menyuarakan kepentingan rakyat kecil.

Baca Juga: Menkop Ferry: Koperasi Merah Putih Wajib Untung

Ferry bahkan sampai saat ini masih aktif terlibat di berbagai organisasi. Dia banyak terlibat di Organisasi Petani dan sampai saat ini ia masih menjadi  Ketua Umum, Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia.

Gara-gara kegiatannya sebagai aktivis, Ferry menjadi tahanan politik (tapol) pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ferry ditangkap pada 2008 dan dipenjara setelah memimpin aksi demonstrasi yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Tetapi namanya politik, dua tahun setelah menjadi tapol Ferry justru bergabung dengan Partai Demokrat yang didirikan SBY. Namun itu hanya langkah permulaan, Partai Demokrat hanya sebagai batu loncatan, Ferry kemudian bergabung dengan Partai Gerindra dan menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra tahun 2020-2025. Lewat Gerindra karier politik Ferry terus melejit hingga dipercayakan menjadi menteri.

Meski dikenal luas sebagai politisi dan birokrat, namun Ferry sebetulnya  adalah sosok yang telah mengantongi jam terbang tinggi di dunia ekonomi kerakyatan, wajar saja jika ia kemudian mendapat kepercayaan sebagai salah satu menteri yang bersinggungan langsung dengan masalah ekonomi kerakyatan.

Karier profesional Ferry dimulai pada 1991, kala itu ia menjadi  Auditor Keuangan di Yayasan Mandiri pada proyek kerjasama USAID tahun 1991. Dua tahun kemudian ia diangkat menjadi  konsultan Pengembangan Industri  di yayasan yang sama. 

Selang setahun kemudian Ferry banting setir ke perbankan dengan bergabung di salah satu bank pelat merah. Ia menjadi Konsultan Prudential Banking System di Bank BNI. Namun usia kariernya di sini tidak panjang, hanya bertahan setahun dari 1994-1995. 

Lompat ke 1997 Ferry diangkat menjabat Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat Center for Information and Development Studies (CIDES) salah satu lembaga Think Thank milik Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia  (ICMI). Jabatan ini ia rengkuh hingga 1999. 

Lalu pada 2000 hingga 2002 Ferry didapuk  menjadi Komisaris Utama PT. Wana Artha Citra Industri yang bergerak pada bidang Hak Pengusahaan Hutan dan Perdagangan Hasil Hutan,

Baca Juga: Kenapa Gerai Koperasi Merah Putih Belum Terlihat? Ini Penjelasan Menkop Ferry Juliantono

Kemudian pada 2004 ia menjadi International Auditor PT Multi Kontrindo dan PT. Globindo Nusa Sarana. Di tahun yang sama ia juga diangkat menjadi  Komisaris PT Wayata Kencana.