Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut bakal meresmikan Museum Marsinah saat momen peringatan hari buruh internasional (May Day) tahun ini.
Hal itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, pihak istana sejauh ini belum memberi pernyataan resmi terkait hal itu, namun Andi memastikan peresmian Museum Marsinah itu bakal benar-benar dilaksanakan tahun ini.
Baca Juga: Meneropong Seberapa Besar Dukungan Masyarakat untuk Program MBG
Andi mengaku telah berbicara langsung dengan kepala negara terkait hal itu. Peresmian museum itu dilakukan sesaat setelah Prabowo menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kawasan Monas, Jakarta, 1 Mei 2026 mendatang. Setelah itu, dia akan bergerak ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum Marsinah.
"Dua minggu lalu saya dipanggil oleh Presiden Republik Indonesia untuk membahas May Day dan dipastikan bapak Presiden Prabowo Subianto akan berada di Monas untuk merayakan May Day," kata Andi dilansir Rabu (15/4/2026).
Peresmian museum itu lanjut Andi bakal dihadiri sejumlah pejabat penting dari kalangan pemerintah Konfederasi Serikat Buruh.
“Bapak Presiden, Bapak Kapolri dan 115 Pimpinan Konfederasi Serikat Buruh hadir di Nganjuk untuk peresmian Museum ibu Marsinah," bebernya.
Marsinah adalah aktivis buruh yang kerap menyuarakan hak-hak kelas pekerja di Sidoarjo, Jawa Timur pada masa Orde Baru. Dia mengalami kekerasan hingga berujung kematian diduga oleh tentara pada masa Orde Baru, namun siapa penyiksa dan pembunuhnya tak diusut tuntas hingga saat ini.
Sementara itu, tahun lalu Prabowo telah menobatkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Penobatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional itu bebarengan dengan penobatan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden kedua RI yang merupakan penguasa Orde Baru (Orba) Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.