Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) merayakan Dies Natalis ke-20 pada Senin (3/8/2026). Mengusung tema "20 Tahun Tumbuh, Inovasi Hijau untuk Indonesia Maju", peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit yang kompeten dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sidang Senat Terbuka, dilanjutkan penyampaian laporan perkembangan institusi, orasi ilmiah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, talkshow akademisi, pemberian penghargaan kepada mitra strategis dan mahasiswa berprestasi, showcase inovasi, hingga pemotongan tumpeng.
Dalam laporan perkembangan institusi disampaikan bahwa sejak berdiri pada 3 Agustus 2006, Politeknik CWE terus berkembang sebagai perguruan tinggi vokasi yang berfokus menyiapkan tenaga profesional bagi industri kelapa sawit.
Baca Juga: APKASINDO Sebut Program PSR Mampu Meningkatkan Produktivitas Sawit Secara Signifikan
Selama 20 tahun terakhir, Politeknik CWE berkembang dari tiga menjadi lima program studi. Kampus ini juga memperluas kemitraan dengan industri dan menerapkan sistem pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Saat ini, sekitar 60 persen tenaga pengajarnya berasal dari praktisi industri dengan dukungan kerja sama 74 perusahaan sebagai mitra praktik kerja lapangan.
Capaian tersebut turut tercermin dari kualitas lulusannya. Sebanyak 95 persen lulusan telah memiliki sertifikat kompetensi, sementara 94 persen di antaranya terserap di dunia kerja.
Baca Juga: BPDP dan RPN Dorong UMKM Olah Minyak Sawit Jadi Pangan Sehat Bernilai Tambah
Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Ir. St. Nugroho Kristono, MT, mengatakan usia ke-20 menjadi momentum penting bagi institusi untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat arah pengembangan menuju 2046.
"Dua puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang kami maknai sebagai komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas SDM menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan industri kelapa sawit nasional.
Baca Juga: 33 Pekebun Sawit Luwu Utara Ikuti Pelatihan ISPO, Targetkan Tata Kelola yang Lebih Baik
"Kami percaya bahwa kemajuan industri kelapa sawit sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, Politeknik CWE akan terus bertransformasi, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan industri, serta menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan keberlanjutan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, BPDP memaparkan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Dalam orasi ilmiahnya dijelaskan bahwa pengembangan SDM menjadi salah satu program strategis BPDP untuk mendukung keberlanjutan industri perkebunan melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan penyuluhan.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, kewirausahaan, hingga profesionalisme pelaku usaha perkebunan. Pada 2026, BPDP menargetkan sebanyak 15.000 peserta mengikuti program pengembangan SDM.
Baca Juga: Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk UMKM
Hingga 30 Juni 2026, program tersebut telah melibatkan 44 perguruan tinggi dengan 13.265 mahasiswa penerima beasiswa dan menghasilkan 4.975 lulusan. Sementara itu, sejak 2015 hingga pertengahan 2026, BPDP telah menyelenggarakan 900 kelas pelatihan yang diikuti 32.152 peserta dari berbagai sentra perkebunan di Indonesia.
Sementara itu, Direktur AKPY STIPER Yogyakarta sekaligus Ketua Umum ALPENBUN, Dr. Ir. Sri Gunawan, SP., MP., IPU, dalam orasi ilmiahnya bertajuk Manfaat Kelapa Sawit dalam Kehidupan Sehari-hari menjelaskan bahwa kelapa sawit memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan minyak goreng.
Komoditas ini juga menjadi bahan baku berbagai produk pangan, kosmetik, produk kebersihan, oleokimia, energi terbarukan, hingga biomaterial yang bernilai tambah tinggi.
Menurutnya, industri kelapa sawit juga berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan hilirisasi industri, serta pengembangan biodiesel dan bioenergi sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin, Politeknik CWE memberikan penghargaan kepada BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian atas dukungannya dalam pengembangan pendidikan vokasi dan SDM perkebunan kelapa sawit.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Dalam kesempatan yang sama, penghargaan turut diberikan kepada mahasiswa berprestasi di bidang akademik, inovasi, dan olahraga. Berbagai karya mahasiswa dan dosen juga ditampilkan melalui Showcase Inovasi CWE, mulai dari teknologi perkebunan, produk UMKM berbasis sawit, aplikasi digital, hingga hasil penelitian terapan.
Perayaan Dies Natalis ke-20 ditutup dengan pemotongan tumpeng, ramah tamah, serta kunjungan ke booth sponsor dan pameran inovasi sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Politeknik CWE dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan industri kelapa sawit Indonesia.