Menyandang istri konglomerat Indonesia, deretan perempuan berikut pastilah memiliki harta yang melimpah. Meski begitu, mereka memilih ikut aktif berbisnis. Bukan sekadar mengoleksi barang-barang mewah, menjadi kaya bagi mereka adalah memanfaatkan harta yang dimiliki untuk semakin berkembang.

Kali ini, Olenka merangkumkan enam (6) tokoh perempuan pebisnis yang juga istri para konglomerat tersohor di Tanah Air:

Baca Juga: Deretan Konglomerat Indonesia yang Utamakan Disiplin Waktu

1. Liliana Tanoesoedibjo

Liliana Tanoesoedibjo atau Liliana Tanaja Tanoesoedibjo merupakan istri bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Mengutip Forbes real time (5/1/2025), Hary Tanoe menduduki posisi sebagai orang terkaya ke-31 di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$1,1 miliar.

Menikah dengan Hary Tanoe pada 22 Oktober 1986, perempuan kelahiran 15 Maret 1967 ini merupakan peraih Diploma Professional Nail Technician, Versailles Academy of Make-up Arts & Aesthetics pada tahun 1987. Liliana sejak lama terkenal aktif berbisnis di berbagai bidang. Dia menjabat sejumlah posisi strategis dalam perusahaan MNC Group, seperti Komisaris PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Komisaris Utama MNC Digital, Direktur Utama PT MNC Pictures, serta Direktur PT Global Star Harvest.

Liliana Tanoesoedibjo juga diketahui sebagai pendiri majalah HighEnd dan HighEnd Teen dengan posisi sebagai Chairwoman. Dia juga menjabat posisi lainnya sebagai Ketua Dewan Pembina MNC Peduli, Pendiri dan Chairwoman Miss Indonesia, Pemimpin Umum Tabloid Genie, Mom&Kiddie, Just For Kids, serta Ketua Umum Yayasan Pendidikan Bagi Bangsa.

2. Harlina Tjandinegara

Harlina Tjandinegara merupakan istri orang paling kaya di Indonesia, yakni Prajogo Pangestu. Menjadi pemilik perusahaan Barito Pacific Group, Prajogo ditaksir memiliki kekayaan hingga US$38,1 miliar.

Sang istri, Harlina Tjandinegara, juga ikut membangun bisnis Barito Pacific Group. Dia sempat menjabat sebagai Komisaris Barito Pacific sejak tahun 1993 dan Komisaris Barito Pacific Lumber sejak tahun 1979. Saat ini, dia adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Barito, organisasi yang mengarahkan visi filantropi Barito Pacific Group. Harlina Tjandinegara dan Prajogo Pangestu juga mendirikan Bakti Barito untuk mengangkat komunitas, lingkungan, dan infrastruktur pendidikan Indonesia di sekitar wilayah operasional mereka.

3. Rosy Riady

Selanjutnya, ada Rosy Riady yang merupakan istri dari pemilik Mayapada Group, yakni Dato Sri Tahir. Bertengger di posisi kelima sebagai orang terkaya di Indonesia, kekayaan Dato Sri Tahir ditaksir mencapai US$10.8 miliar.

Menikah dengan Tahir di tahun 1974, Rosy saat itu telah menyandang gelar sebagai anak konglomerat pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. Kini telah memiliki belasan cucu, Rosy Riady kerap tampil modis (fashionable). Dia pun tercatat membangun outlet fashion bernama @prelovedbyh2h.

Selain membuka gerai luring yang berlokasi di Mayapada Tower 1 dan situs daring, bisnis fashion yang didirikan Rosy tersebut turut memeriahkan sejumlah bazar. Dalam laman instagramnya, seluruh hasil penjualan @prelovedbyh2h akan didonasikan.

4. Rebecca Halim

Rebecca Halim merupakan istri dari dari Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik Agung Sedayu Group. Sempat menjadi Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Rebecca merupakan penerima manfaat akhir dari Erajaya Swasembada.

Rebecca Halim tercatat mempunyai 32,04% saham PT Eralink International yang menjadi pemegang saham mayoritas ERAA. Per 30 September 2025, PT Eralink International menggenggam sebesar 55,17% saham ERAA.

Selain di bisnis, Rebecca juga tercatat aktif dalam kegiatan sosial Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

5. Sanderawati Joesoef

Sanderawati Joesoef merupakan istri Hermanto Tanoko, pemilik Tancorp Group. Keberhasilan Hermanto Tanoko membangun kerajaan bisnisnya tidak lepas dari andil sang istri. Perempuan kelahiran Malang pada 20 Mei 1963 ini merupakan founder CLEO, merek air minum dalam kemasan yang diproduksi Tancorp Group.

Dalam sebuah unggahan di media sosialnya, Hermanto Tanoko menjelaskan bahwa Sanderawati Joesoef merupakan sosok di balik kesuksesan PT Sariguna Primatirta Tbk sejak tahun 2003. Dari kerja sama keluarga Tanoko yang turut melibatkan putri pertama mereka, Belinda Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk sukses meluncurkan CLEO sebagai salah satu merek andalan mereka dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada Mei 2017.

Sanderawati juga tercatat menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Komisaris di PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, serta President Commissioner KAISAR Ceramics. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Kuta Unit Tirta Abadi, PT Global Wisata Paradise, PT Tanrise Jaya Indonesia, dan PT Tanrise Mahkota Indah, serta perusahaan-perusahaan besar lainnya.

6. Jenny Quantero

Jenny Quantero saat ini menjabat sebagai Direktur Urusan Korporasi & Sekretaris PT Bayan Resources Tbk. Dia sempat menjabat sebagai Komisaris PT Wahana Baratama Mining sejak 2003 sampai dengan 2021. Selain itu, dia juga menjabat sebagai direktur di sebagian besar anak perusahaan Bayan Group.

Bersama sang suami, Engki Wibowo, mereka tercatat ikut membantu Low Tuck Kwong dalam pendirian Bayan Resources pada 2004. Akan tetapi, Engki menjual sahamnya pada 2022. Sementara itu, Jenny masih tercatat menjadi pemegang saham pendiri Bayan Group.