Ketegangan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak analis membahas kemungkinan skenario Perang Dunia Ketiga. Konflik regional, perlombaan senjata, dan rivalitas negara besar sering memicu kekhawatiran akan perang berskala global. 

Dalam situasi seperti itu, para peneliti geopolitik mencoba mengidentifikasi negara atau wilayah yang relatif lebih aman jika konflik besar benar terjadi.

Penilaian tersebut biasanya mempertimbangkan beberapa faktor. Lokasi geografis yang terpencil, kebijakan politik yang netral, rendahnya kepentingan strategis militer, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi sendiri menjadi indikator penting.

Negara yang jauh dari pusat konflik atau tidak tergabung dalam aliansi militer besar cenderung dinilai memiliki risiko lebih kecil menjadi target serangan.

Baca Juga: Terancam Sea-Level Rise: Ini Daftar Negara yang Menghadapi Hilangnya Wilayah Teritorial

Sejumlah negara dinilai memiliki peluang lebih besar untuk tetap aman jika Perang Dunia Ketiga terjadi.

Islandia

Islandia sering menempati posisi teratas dalam daftar negara paling aman. Negara ini dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan hampir tidak pernah terlibat dalam konflik bersenjata. Selain itu, lokasi Islandia yang terisolasi di Samudra Atlantik Utara membuatnya jauh dari banyak pusat ketegangan geopolitik global. 

Populasi Islandia juga relatif kecil dan negara ini tidak memiliki kekuatan militer besar yang bisa menarik perhatian pihak yang berperang. Kombinasi faktor tersebut membuat Islandia dinilai memiliki kemungkinan kecil menjadi sasaran serangan dalam konflik global.

Baca Juga: Inilah 9 Negara dengan Tingkat Kebahagiaan Tertinggi di 2026

Selandia Baru

Selandia Baru juga sering disebut sebagai negara paling aman dalam skenario perang global. Negara ini berada jauh di selatan Samudra Pasifik dan memiliki jarak geografis yang sangat jauh dari banyak negara besar. Letak yang terpencil membuatnya tidak mudah dijangkau dalam konflik militer besar. 

Selain itu, Selandia Baru memiliki sektor pertanian yang kuat dan tingkat kepadatan penduduk yang rendah. Kondisi ini memberi peluang lebih besar untuk mempertahankan ketersediaan pangan jika terjadi gangguan ekonomi global akibat perang.

Swiss

Swiss dikenal luas sebagai negara netral dalam konflik internasional. Sejak lama negara ini mempertahankan kebijakan netralitas dan jarang terlibat dalam perang antarnegara. Faktor ini membuat Swiss sering dianggap sebagai tempat yang relatif aman dalam situasi konflik global.

Selain kebijakan netral, Swiss juga memiliki sistem perlindungan sipil yang kuat. Negara ini memiliki ribuan bunker perlindungan yang dibangun untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir atau bencana besar.

Baca Juga: Daftar Negara Terkaya di Dunia 2026 Berdasarkan PDB: AS dan China Masih Mendominasi

Indonesia

Indonesia juga masuk dalam beberapa daftar negara yang dinilai relatif aman. Kebijakan luar negeri Indonesia dikenal dengan prinsip bebas dan aktif, yang berarti tidak berpihak pada blok militer tertentu dalam konflik internasional. 

Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta wilayah yang luas. Kondisi tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan pangan dan sumber daya jika terjadi gangguan global akibat perang.

Bhutan

Bhutan merupakan negara kecil di Asia Selatan yang memiliki kebijakan luar negeri sangat berhati-hati. Negara ini jarang terlibat dalam konflik internasional dan memiliki tingkat stabilitas sosial yang cukup tinggi. 

Letaknya yang berada di wilayah pegunungan Himalaya juga membuat Bhutan relatif sulit dijangkau secara militer, sehingga dianggap memiliki risiko lebih kecil menjadi target konflik besar.

Chile

Chile sering masuk dalam daftar negara yang relatif aman karena lokasinya yang jauh dari banyak pusat konflik geopolitik. Negara ini juga memiliki wilayah yang panjang dengan berbagai sumber daya alam yang melimpah.

Ketersediaan sumber daya dan kemampuan produksi pangan menjadi faktor penting yang membuat Chile dinilai mampu bertahan jika terjadi krisis global akibat perang.

Fiji

Fiji merupakan negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik yang lokasinya cukup terpencil. Jarak yang jauh dari pusat konflik dunia membuat negara ini jarang menjadi perhatian dalam strategi militer global. 

Selain itu, Fiji memiliki sumber daya laut yang melimpah dan ekosistem yang relatif stabil, sehingga dianggap memiliki peluang bertahan jika terjadi gangguan besar pada rantai pasok global.

Baca Juga: 10 Negara Termiskin di Dunia 2026: Afghanistan Terpuruk, Pendapatan Hanya Sekitar Rp7 Juta per Tahun

Meskipun beberapa negara disebut relatif aman, para ahli menegaskan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman jika perang dunia benar-benar terjadi. 

Konflik global dapat berdampak pada ekonomi, lingkungan, dan stabilitas sosial hampir di seluruh dunia. Karena itu, daftar negara aman lebih bersifat analisis kemungkinan berdasarkan kondisi geopolitik, bukan jaminan keamanan mutlak.