Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang tahun 2025 mengalami defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara dengan 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian tersebut lebih tinggi daripada realisasi APBN tahun 2024 yang mengalami defisit Rp509,1 triliun atau 2,3% terhadap PDB.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa defisit APBN tahun 2025 masih terjaga di bawah 3%. Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan defisit tidak melebihi 3% pada tahun 2026.

Baca Juga: Respons Santai Menkeu Purbaya Soal Bank Dunia Ramal Defisit APBN RI Makin Melebar

"Kita akan jaga dan pastikan defisit APBN tak lebih dari 3â„…, di mana saat ini defisit capai 2,92% pada akhir tahun 2025," ungkap Menkeu Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Sebagai informasi, defisit APBN menggambarkan kondisi di mana total realisasi penerimaan negara lebih rendah daripada realisasi belanja negara. Data Kemenkeu menunjukkan, realisasi penerimaan negara sepanjang tahun 2025 mencapai Rp2.756 triliun, setara dengan 91,7% dari target  Rp2.865 triliun hingga akhir Desember 2025.

Baca Juga: Hentikan JIBOR, Bank Indonesia Resmikan INDONIA Jadi Acuan Suku Bunga Antarbank

Sementara itu, realisasi belanja negara sepanjang 2025 mencapai Rp3.451 triliun. Nilai tersebut setara dengan 95,3% dari target tahun 2025 yang mencapai sebesar Rp3.527 triliun. Capaian tersebut juga lebih tinggi dari realisasi belanja tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp3.359 triliun.