8. Sensitivitas Gigi dan Gusi
Jahe dapat menjadi alternatif alami pengganti obat bebas (over-the-counter) untuk meredakan nyeri dan peradangan pasca-operasi gigi atau mulut.
Dosis 400 miligram jahe yang dikonsumsi tiga kali sehari selama tiga hari terbukti sama efektifnya dengan ibuprofen dalam meredakan bengkak dan ketidaknyamanan setelah operasi gusi.
9. Batuk dan Pilek
Jahe mengandung polisakarida yang memiliki sifat antitusif (penekan batuk) alami. Kombinasi ekstrak jahe dan kulit jeruk terbukti ampuh sebagai obat rumahan untuk meredakan batuk.
Sementara itu, kandungan antimikroba dan antiinflamasinya membantu tubuh melawan infeksi virus flu. Mengisap permen keras berbahan dasar jahe juga efektif meredakan tenggorokan gatal dan sakit.
Baca Juga: Ini Ramuan Tradisional yang Bisa Redakan Batuk dan Sakit Tenggorokan
10. Alergi Musim (Hay Fever)
Bagi yang sering mengalami rinitis alergi (alergi serbuk bunga yang memicu hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan mata berair), suplemen jahe bisa menjadi alternatif potensial pengganti obat antihistamik seperti Claritin (loratadine), dengan keunggulan minim efek samping.
Dengan segudang manfaat luar biasa di atas, tidak ada salahnya mulai memasukkan jahe ke dalam menu atau ramuan harianmu secara bijak. Semoga bermanfaat, ya!