Kopi menjadi salah satu minuman paling popoler di Indonesia. Tak heran, banyak pebisnis yang terjun ke industri ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi di Indonesia mencapai 789.609 ton pada 2023. Sementara itu, konsumsi kopi di dalam negeri mencapai 372.600 ton pada 2023.
Berikut daftar beberapa pebisnis di Indonesia yang terjun ke bisnis ini:
1. Soedomo Mergonoto
Sebelum menjamurnya bisnis kopi kekinian yang hadir dengan berbagai varian rasa kopi sekali minum, jenama kopi sachet yang menjadi pilihan pencinta kopi Indonesia adalah Kopi Kapal Api. Ada nama Soedomo Mergonoto di balik kopi bubuk legendaris ini.
Baca Juga: Terus Berinovasi, Ini Upaya Kopi Kenangan Perkenalkan Kopi Lokal Berkualitas ke Masyarakat
Pria keturunan Tionghoa-Indonesia yang lahir pada Juni 1950 dari ayah bernama Go Soe Loet dan ibu bernama Poo Guan Can ini sudah merintis usaha kopi sejak 1927. Awalnya, sang ayah, Go Soe Loet, berjualan kopi bubuk dengan cara berkeliling memanggul kopinya dari kampung ke kampung di Surabaya.
Bisnis kopi tersebut mulai berkembang usai Soedomo berinovasi membuat kopi kemasan. Dia mengiklankan kopi keluarganya di televisi pada 1978, bekerja sama dengan seorang pelawak, dengan nama Kopi Kapal Api, terinpirasi dari tempat jualannya yang penuh kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
Strategi pemasaran itu ternyata berhasil sehingga keluarga Soedomo mampu mendirikan PT Santos Jaya Abadi di tahun 1979. Pada 1985, perusahaan tersebut mampu mengekspor kopi bubuk Kapal Api ke Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. Kini, bisnis Kapal Api Group makin berkembang pesat dengan hadirnya jenama lain seperti Kopi ABC, Good Day, Kopi Ya!, hingga Excelso.
2. Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa
Ketiganya merupakan sosok di balik berdirinya Kopi Kenangan pada tahun 2017. Gerai pertama Kopi Kenangan dibuka dengan modal awal Rp150 juta di bangunan seluas 12 meter persegi. Mengutip laman resmi Kopi Kenangan, saat ini, Edward Tirtanata menjabat sebagai Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO), James Prananto sebagai Co-Founder dan Chief Business Development Officer, sedangkan Cynthia Chaerunissa sebagai Co-Founder dan Chief Marketing Officer.
Bisnis kopi ini berawal dari James yang gagal menjajal bisnis teh premium, Lewis & Carrol Tea (L&C). Akhirnya, dia beralih ke bisnis kopi yang ramah di kantong, tetapi mengedepankan bahan berkualitas. Dia dibantu temannya, yakni Edward dan Cynthia dalam mengembangkan bisnisnya.
Kopi Kenangan menjadi jaringan kopi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Pada 2021, Kopi Kenangan berhasil mengantongi pendanaan seri C dan menyandang status sebagai perusahaan New Reatil F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara.
3. Billy Kurniawan
Billy Kurniawan merupakan pendiri Kopi Janji Jiwa. Pebisnis yang sebelumnya menjalankan bisnis bubble tea dengan merek Calais pada 2017 ini mulai menjalankan bisnis Kopi Janji Jiwa sejak 15 Mei 2018.
Lulusan Seattle University ini awalnya mendirikan kopi Janji Jiwa tanpa bantuan investor dengan modal Rp70 juta, hasil dari usahanya sebelumnya. Dengan gerai pertamanya yang dibuka di ITC Kuningan, kini Janji Jiwa telah membuka lebih dari 900 gerai di seluruh Indonesia.
Mengutip laman resminya, Billy menjalankan bisnis Kopi Janji Jiwa dengan mengadopsi konsep fresh-to-cup: menyajikan pilihan kopi lokal asli Indonesia dengan citra rasa klasik. Janji Jiwa mendapatkan penghargaan dari MURI 2019, Top Brand di tahun 2020, 2021, 2022 dan penghargaan Brand of The Year dari World Branding Awards (WBA) 2022-2023 untuk dua kategori, yakni Retailer Coffee untuk Janji Jiwa dan Cafe Chain untuk Jiwa Toast.
4. Vico Lomar
Vico Lomar merupakan Co-Founder dan CEO dari Fore Coffee. Vico Lomar merupakan tokoh berpengalaman di industri bisnis F&B selama kurang lebih dua puluh tahun. Pria lulusan Universitas Trisaksti tahun 1999 ini pernah menjabat sebagai General Manager di Jco Donut & Coffee pada 2006–2007; General Manager di Krispy Kreme Indonesia pada 2007-2009; serta di PT Excelso Multi Rasa di balik merek Excelso pada 2010-2013.
Didirikan pada tahun 2018 dengan gerai pertama yang berlokasi di Senopati, Fore Coffee juga meluncurkan aplikasi "Fore Coffee" di tahun yang sama untuk menjaga loyalitas konsumen dan mempermudah akses pelanggan dalam memesan secara online. Hingga September 2024, Fore Coffee telah mengoperasikan 217 gerai.
Baca Juga: Daftar 5 Konglomerat Pemilik Bisnis Pembangkit Listrik di Tanah Air, Siapa Saja?
5. Jogi Hendra Atmadja
Sosok ini merupakan tokoh di balik PT Mayora Indah Tbk. yang memproduksi kopi Torabika. Jogi Hendra Atmadja merupakan pria keturunan Tionghoa yang lahir di Jakarta pada 1946 dan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti.
Jogi memulai kariernya dengan mengembangkan bisnis usaha biskuit keluarganya yang sudah dirintis sejak 1948. Pada 1977, dia mendirikan PT Mayora Indah Tbk atau Mayora Group bersama sahabatnya, Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia. Dengan beragam produk andalannya, seperti biscuit dan permen Kopiko yang dirilis pada 1980-an, PT Mayora Indah menjadi perusahaan terbuka dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1990 dengan kode MYOR.
6. Andanu Prasetyo
Sementara itu, Andanu Prasetyo merupakan pendiri Kopi Tuku. Bermula dari ketidaksengajaan, Andanu merintis Kopi Tuku dengan menghadirkan varian Kopi Susu Tetangga yang menjadi menu favorit banyak pengunjung.
Alumnus Universitas Prasetiya Mulya ini mendirikan Kopi Tuku pada tanggal 1 Juni 2015 serta mengembangkannya tanpa kemitraan alian dikontrol langsung secara prinsipal. Sukses di Indonesia, Kopi Tuku kini memiliki 50 toko, 10 cloud kitchen, dan 3 toko Serba Tuku (Toserbaku), serta mempekerjakan 646 barista.
7. Yoshua Tanu
Kopi Jago yang didirikan pada tahun 2019 merupakan bisnis kopi keliling yang dijalankan oleh Yoshua Tanu. Dia merupakan lulusan Managerial Economics dari University of California pada 2007.
Kecintaannya pada kopi sudah ada sejak dulu. Bahkan, Yoshua sempat menjuarai Indonesia Barista Championship pada tahun 2014. Kesuksesan ini memberikan dorongan lebih kepada Yoshua untuk makin fokus mendalami bisnis kopi. Hadir di kala pandemi dengan membawa konsep 'kopi keliling', Kopi Jago sukses menarik minat pencinta kopi Indonesia.
Guna mematangkan model bisnis yang ada, Yoshua menunjuk Daniel Sidik menjadi rekan bisnisnya sekaligus menjadi Co-Founder baru dalam perusahaan. Sejak April 2022, Daniel memiliki peran ganda sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Chief Marketing Officer (CMO).
8. Star Yuan
Sementara itu, pendiri Tomoro Coffee yang menawarkan menu espresso spesial klasik dan beragam menu kopi setiap bulannya adalah Star Yuan. Didukung perusahaan asal China, Tomoro Coffee sudah memiliki lebih dari 600 gerai di Indonesia hingga tahun ini.
Xing Wei Yuan, atau yang dikenal dengan nama Star, membuka kedai kopi Tomoro pertama pada 9 Agustus 2022. Melalui Tomoro Coffee, Star tak hanya ingin menawarkan menu espresso spesial klasik yang lezat, tetapi juga menawarkan kepada pelanggan menu minuman kopi yang lebih luas yang ditambahkan setiap bulannya.