Aktor senior Ikang Fawzi akhirnya kembali ke layar lebar. Drama keluarga “Titip Ibu di Surga-Mu” menjadi film perdana yang diperankan ayah dua anak itu setelah cukup lama vakum dari dunia perfilman pada 2016 lalu.

Dipasangkan dengan Meriam Bellina, Ikang Fawzi memerankan sosok Pak Akbar, sosok ayah yang hangat dan setia berusaha mempersiapkan dirinya menghadapi kemungkinan terburuk, kehilangan pasangan hidupnya. Diakui sang aktor, karakter ini terasa sangat personal lantaran pernah berada di posisi tersebut saat kehilangan sang istri tercinta, Marissa Haque.

Terlepas dari film terbarunya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Selasa (3/3/2026) untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Ikang Fawzi.

Baca Juga: Cerita Chiki Fawzi Rintis Brand Chikigo Berkat Dorongan Sang Ibunda

Profil Ikang Fawzi

Pemilik nama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi ini dikenal sebagai aktor sekaligus musisi yang lahir pada 23 Oktober 1959. Ia memiliki darah Sunda dan Mandar (Sulawesi Barat). Sejak kecil, Ikang sudah akrab dengan lingkungan internasional. Ia menghabiskan masa kanak-kanak di Belgia dan Jepang, mengikuti sang ayah yang berprofesi sebagai diplomat.

Bakat seninya tak lepas dari pengaruh keluarga. Ayah Ikang merupakan pemain musik Hawaiian, pencipta lagu, sekaligus penyanyi. Melihat minat sang anak, ayahnya memasukkan Ikang yang saat itu berusia 10 tahun ke Yamaha Music School di Jepang untuk mengikuti kursus privat electone dan drum. Selain musik, Ikang juga mendalami bela diri. Saat tinggal di Jepang ia belajar karate, dan sepulang ke Indonesia ia menekuni pencak silat.

Dari sisi pendidikan, Ikang merupakan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia serta Universitas Gadjah Mada. 

Sebagai figur publik, kehidupan pribadinya pun kerap menjadi perhatian. Ikang menikah dengan aktris Marissa Haque pada 3 Juli 1986. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua putri, Isabella Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi. 

Namun, duka mendalam menyelimuti keluarga ini setelah Marissa Haque meninggal dunia secara mendadak pada Rabu dini hari, 2 Oktober 2024, diduga akibat henti jantung (sudden cardiac arrest).

Baca Juga: Profil Omara Esteghlal, Intip Perjalanan Karier Sang Aktor Muda

Perjalanan Karier

Ikang Fawzi mulai mencuri perhatian publik pada era 1980-an sebagai penyanyi rock dengan karakter vokal serak yang khas dan gaya panggung yang penuh energi. 

Karismanya di atas panggung membuat namanya cepat dikenal sebagai salah satu rocker paling menonjol di Indonesia saat itu. Lagu-lagu seperti “Preman”, “Selamat Malam”, dan “Catatan Si Boy” semakin melambungkan popularitasnya di kalangan pecinta musik rock Tanah Air. 

Deretan album yang dirilis pada masa itu pun kian mengukuhkan posisinya sebagai musisi papan atas. 

Popularitasnya semakin meluas setelah tampil di berbagai panggung besar, termasuk pada malam puncak Festival Film Indonesia tahun 1981, yang menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya.

Tak hanya bersinar di dunia musik, Ikang juga merambah dunia akting. Ia membintangi sejumlah film populer pada era 1980-an, seperti Pengantin Remaja 2 (1982), Tinggal Landas Buat Kekasih (1984), dan Menggapai Matahari (1986). 

Kariernya di layar lebar terus berlanjut lewat berbagai judul, di antaranya Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988), Seputih Kasih Semerah Luka (1988), Sepondok Dua Cinta (1990), dan Yang Tercinta (1991). Pada tahun-tahun berikutnya, ia tetap aktif berakting melalui film seperti Andai Ia Tahu (2000), MBA (Married By Accident) (2008), Negeri 5 Menara dan Malaikat Tanpa Sayap (2012), hingga Ada Cinta di SMA dan Dear Love (2016).

Selain film, Ikang juga tampil di sejumlah serial televisi, di antaranya Dewa Asmara (2007), Go Go Girls (2011–2012), Heart Series 2 (2013), Siti Bling-Bling (2014), Stereo (2015–2016), dan Cinta dan Rahasia (2017). Dengan kiprah panjang di dunia musik dan akting, Ikang Fawzi dikenal sebagai sosok multitalenta yang konsisten berkarya dan tetap memiliki tempat tersendiri di industri hiburan Indonesia.

Baca Juga: Kiprah Angga Dwimas Sasongko di Balik Suksesnya Film-Film Populer, Intip Profilnya!

Terjun Politik

Seiring perjalanan kariernya, Ikang Fawzi tidak hanya aktif di dunia hiburan. Ia juga mencoba peruntungan di ranah politik dengan bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada Pemilu 2014, Ikang maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Namun, meski membawa nama besar sebagai figur publik dan mewakili PAN, ia belum berhasil melenggang ke Senayan karena perolehan suara yang belum mencukupi.

Di luar aktivitasnya di panggung hiburan dan politik, Ikang juga memiliki kiprah di dunia bisnis dan organisasi. Ia pernah memimpin PT Jaringan Selera Asia (JSA) serta menjabat sebagai Wakil Kadin di bidang permukiman, menunjukkan keterlibatannya dalam sektor usaha dan pengembangan ekonomi.

Prestasi dan Penghargaan 

Sepanjang kariernya di industri musik, Ikang Fawzi juga menorehkan berbagai prestasi bergengsi. Pada 1985, ia meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Musik Rock/Pop Rock Terbaik versi Majalah Gadis. Setahun kemudian, 1986, ia kembali dinobatkan sebagai Penyanyi Rock Terbaik oleh majalah yang sama.

Prestasinya berlanjut pada 1987 lewat ajang BASF Award. Di tahun tersebut, Ikang berhasil meraih sejumlah penghargaan sekaligus, yakni Pencipta Lagu Rock Terbaik, Album Rock Terbaik, serta The Best Selling Indonesian Album kategori Pop Rock. Rangkaian penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu rocker papan atas Indonesia pada era 1980-an.

Tak berhenti di situ, pada 1989 ia kembali mendapat pengakuan sebagai Penyanyi Rock Terbaik versi majalah Monitor, mempertegas konsistensinya sebagai musisi rock yang berpengaruh di masanya.