Coca-Cola Indonesia merayakan 99 tahun kehadirannya di Tanah Air dengan menghadirkan kampanye “Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola”, sebuah inisiatif yang mengangkat budaya nongkrong sebagai ruang untuk mempererat hubungan dan menciptakan momen kebersamaan yang bermakna.
Perayaan ini menjadi langkah menuju tonggak bersejarah 100 tahun Coca-Cola di Indonesia. Selama hampir satu abad, Coca-Cola telah menjadi bagian dari berbagai momen keseharian masyarakat, mulai dari makan bersama keluarga, berkumpul dengan teman, hingga merayakan berbagai momen spesial.
President Director PT Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengatakan bahwa kedekatan Coca-Cola dengan masyarakat Indonesia terbangun melalui pengalaman dan kenangan yang tercipta selama bertahun-tahun.
“Menjelang 100 tahun kehadiran Coca-Cola di Indonesia, kami sangat bersyukur karena Coca-Cola terus menjadi bagian dari momen-momen keseharian lintas generasi. Bagi banyak orang Indonesia, Coca-Cola bukan hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena kenangan yang tercipta di sekitarnya,” ujar Eva dalam acara yang digelar di Jakarta.
Menurutnya, meski interaksi digital semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, masyarakat tetap merindukan momen kebersamaan yang nyata. Karena itu, Coca-Cola ingin terus hadir menemani berbagai aktivitas yang mempertemukan orang-orang melalui makanan, minuman, dan percakapan.
Melalui “Nongkrong Seru Bareng Coca-Cola”, perusahaan menghadirkan pengalaman bersantap bersama yang terinspirasi dari budaya nongkrong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Konsep ini menyoroti bagaimana makanan dan minuman dapat menjadi jembatan yang menyatukan berbagai generasi.
Salah satu sorotan utama acara ini adalah pengalaman penyajian Coca-Cola yang ikonik. Minuman disajikan menggunakan gelas Contour yang telah didinginkan hingga suhu 3 derajat Celsius, dipenuhi es batu padat, serta dilengkapi irisan lemon segar untuk menghadirkan sensasi kesegaran yang maksimal. Selain menghadirkan pengalaman menikmati minuman, Coca-Cola juga memperkenalkan konsep food pairing dan mixology yang menunjukkan bagaimana berbagai produknya dapat melengkapi cita rasa makanan.
Pelaku industri kuliner dan restaurateur, Gupta Sitorus dan Primo Rizky, menjelaskan bahwa setiap minuman memiliki karakter yang dapat memperkaya pengalaman bersantap. Karbonasi dan tingkat keasaman ringan Coca-Cola, misalnya, dinilai cocok dipadukan dengan makanan kaya rasa dan gurih karena mampu menyegarkan kembali indera pengecap.
Sementara itu, Fanta dengan karakter rasa buah yang kuat dapat menjadi pasangan yang ideal untuk berbagai camilan. Adapun Sprite dengan cita rasa lemon-lime yang segar cocok dipadukan dengan hidangan laut maupun makanan pedas.
Dalam kesempatan tersebut, Coca-Cola juga memperkenalkan kreasi mixology bernama Pickled Cola, yakni perpaduan Coca-Cola dengan acar gherkin dan jalapeño yang menghasilkan kombinasi rasa asam, gurih, dan sedikit pedas tanpa menghilangkan karakter khas Coca-Cola.
Berbagai menu makanan yang dihadirkan dalam sesi food pairing juga disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Mulai dari ayam goreng, burger, dan pizza hingga kuliner khas Nusantara seperti mie celor disajikan untuk menunjukkan beragam kombinasi rasa yang dapat dinikmati bersama Coca-Cola, Fanta, maupun Sprite.
Melalui perayaan ini, Coca-Cola Indonesia berharap dapat terus menciptakan ruang bagi masyarakat untuk menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat. Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, momen sederhana seperti makan bersama dan berbagi cerita dinilai tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat.
“Sering kali, momen yang paling dikenang adalah momen yang dibagikan bersama di sekitar meja makan,” tutup Eva.