PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (Cinema XXI) dengan kode saham CNMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun sepanjang semester I 2026. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp708,2 miliar serta laba bersih sebesar Rp201 miliar.
Kinerja tersebut menunjukkan ketahanan operasional Cinema XXI di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Perseroan juga mencatat pemulihan signifikan pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sepanjang April hingga Juni 2026, pendapatan Cinema XXI meningkat sekitar 40% menjadi Rp1,5 triliun dari Rp1,1 triliun pada kuartal I. Peningkatan itu sejalan dengan bertambahnya jumlah penonton dari 15,5 juta menjadi 21,9 juta orang, didorong oleh penambahan layar baru dan hadirnya berbagai judul film yang diminati masyarakat.
Baca Juga: Cinema XXI Catat Pertumbuhan Pendapatan 18,2% yoy di Kuartal I 2026
Kenaikan jumlah penonton turut mendongkrak pendapatan penjualan tiket bioskop sebesar 38%, dari Rp665,3 miliar pada kuartal I menjadi Rp919,4 miliar pada kuartal II 2026. Sementara itu, penjualan makanan dan minuman tumbuh lebih tinggi, yakni 48%, dari Rp357,6 miliar menjadi Rp528,8 miliar.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional perusahaan.
"Capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan," ujar Suryo dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Cinema XXI Bagikan Dividen Rp980 Miliar
Ia menambahkan, Cinema XXI akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan, serta memperluas jangkauan layanan guna memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi pelanggan maupun mitra.
Secara rinci, kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari penjualan tiket bioskop yang mencapai Rp1,6 triliun atau setara 60,2% dari total pendapatan. Adapun penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp886,3 miliar atau 33,7%, sedangkan pendapatan lainnya yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara berkontribusi sebesar Rp160,2 miliar atau 6,1%.
Di sisi ekspansi, Cinema XXI membuka dua lokasi baru selama semester I 2026, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, dengan total tambahan tujuh layar. Hingga 30 Juni 2026, jaringan Cinema XXI telah mencapai 269 bioskop dengan 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.
Kinerja positif juga ditopang oleh industri perfilman yang menunjukkan tren pertumbuhan. Selama semester I 2026, film nasional mendominasi lebih dari 65% total penonton di Cinema XXI, menandakan tingginya apresiasi masyarakat terhadap karya sineas Tanah Air.
Baca Juga: Cinema XXI Resmikan Bioskop Perdananya di Tuban
Tak hanya itu, sebanyak 17 film nasional dan internasional yang tayang perdana sepanjang Januari hingga Juni 2026 berhasil menembus lebih dari satu juta penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan 15 film dengan capaian serupa.
"Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional diapresiasi oleh penonton. Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional," tutup Suryo.