Founder dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, menyoroti fenomena munculnya kelompok orang kaya baru (OKB) di Indonesia yang dinilainya menjadi pendorong utama kuatnya konsumsi domestik nasional.
Fenomena ini, kata dia, tercermin dari perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih mengutamakan belanja dibandingkan menabung.
Chairul Tanjung menjelaskan, dalam kondisi ekonomi yang normal, kelebihan pendapatan masyarakat seharusnya dapat dialokasikan ke berbagai pos, baik untuk tabungan maupun konsumsi.
Namun, kata dia, karakter masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan kecenderungan berbeda.
“Kelebihan uang ini normalnya bisa di-saving, bisa dibelanjakan atau di-spending atau di-consumption. Nah, orang Indonesia ini masuk dalam kategori orang kaya baru. Karakteristik orang kaya baru itu adalah lebih suka di belanja daripada menabung,” papar Chairul Tanjung, dalam sebuah video yang dikutip Olenka, Rabu (14/1/2026).
Menurut pria yang akrab disapa CT tersebut, pola konsumsi yang tinggi dari kelompok orang kaya baru inilah yang kemudian menjadikan konsumsi domestik sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
“Oleh karenanya sekarang ini domestic consumption kita menjadi pilar dari ekonomi kita sekarang,” tegasnya.
Baca Juga: Kisah Chairul Tanjung Dirikan CT Corp, Buah dari Kegigihan dan Kreativitas
Ia pun memaparkan, kontribusi konsumsi domestik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sangat signifikan, bahkan mencapai hampir 60 persen. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat masih menjadi penggerak utama roda ekonomi.
“Domestic consumption kita itu sekarang sudah mengkontribusi hampir 60 persen daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nah, ini kunci,” kata CT.
Lebih lanjut, Chairul Tanjung menilai perubahan struktur ekonomi tersebut turut memengaruhi lanskap dunia usaha. Menurutnya, model bisnis yang paling relevan saat ini adalah bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir.
“Jadi kalau ada orang bertanya kepada saya, bisnis apa yang baik sekarang ini? Yang terbaik adalah tentu berbisnis dengan konsumen secara langsung,” ungkapnya.
Seiring dengan pergeseran tersebut, CT menegaskan bahwa era bisnis juga telah berubah secara fundamental, dari yang sebelumnya berfokus pada hubungan antarperusahaan kini beralih ke pendekatan langsung ke konsumen.
“Itulah yang saya bilang, eranya berubah dari B to B menjadi B to C,” pungkas CT.
Baca Juga: Pulang Kantor Paling Malam, Chairul Tanjung Tunjukkan Pemimpin Harus Jadi Teladan