"Ya, itulah mungkin ketidaktahuan orang tua kita. Jangan diulang lagi. Jadi kita yang harus well equipped dengan pengetahuan supaya bisa jelasin," ungkap Marthella.
Dipaparkan Marthella, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengenalkan keberagaman melalui buku cerita anak.
Orang tua bisa memilih bacaan yang menampilkan tokoh dengan berbagai kondisi disabilitas, sehingga anak terbiasa melihat perbedaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Marthella menyebutkan bahwa buku cerita, baik yang dikembangkan oleh KONEKIN maupun buku cerita impor, dapat menjadi sarana untuk membantu anak memahami kondisi penyandang disabilitas.
Melalui cerita dan ilustrasi, orang tua bisa menjelaskan bahwa seseorang mungkin memiliki penampilan atau cara bergerak yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut tidak lantas membuatnya memiliki kemampuan yang lebih rendah.
Ia mencontohkan bagaimana menjelaskan kepada anak tentang pengguna kursi roda. Ketika anak bertanya apakah seseorang yang menggunakan kursi roda bisa berjalan, orang tua dapat memberikan penjelasan bahwa mereka tetap bisa berpindah tempat, hanya saja menggunakan cara yang berbeda.
"Aku ajarin kayak, oh ini loh penampakannya berbeda. Bisa nggak penyandang disabilitas yang pakai kursi roda jalan? Bisa. Jalannya dengan roda, kita jalan dengan kaki. It's just the matter of the way," tuturnya.
Bagi Marthella, pemahaman tersebut penting agar anak tidak menilai seseorang hanya berdasarkan kondisi fisik atau cara mereka melakukan sesuatu.
Ia ingin anak memahami bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing dan perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi atau merendahkan orang lain.
"Jadi pertama tadi kita semua unik, terus yang kedua adalah perbedaan itu adalah soal cara. Bukan soal kemampuan," tandasnya.
Baca Juga: Psikolog: Jangan Buru-buru Menentukan Bakat Anak, Beri Ruang untuk Bereksplorasi