5. Beri Contoh, Lalu Biarkan Anak Mencoba

Dalam Montessori, anak belajar paling efektif melalui pengamatan.

Jika ingin mengajarkan cara memakai ritsleting, mencuci buah, atau menyiram tanaman, tunjukkan terlebih dahulu bagaimana melakukannya.

Setelah itu, beri kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri. Kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar.

6. Apresiasi Proses, Bukan Hanya Hasil

Alih-alih berkata, ‘Kamu pintar sekali’, cobalah memberikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan anak.

Misalnya dengan mengatakan, ‘Kamu terus mencoba sampai berhasil’, atau ‘Kamu bekerja keras menyelesaikan puzzle itu’.

Cara ini membantu anak menghargai proses belajar dan membangun mental tangguh ketika menghadapi tantangan.

7. Libatkan Anak dalam Tanggung Jawab Sehari-hari

Anak-anak senang merasa dibutuhkan.

Libatkan mereka dalam aktivitas sederhana seperti menyiapkan meja makan, menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, atau melipat pakaian.

Selain melatih keterampilan hidup, kegiatan ini juga membuat anak merasa menjadi bagian penting dalam keluarga.

8. Hormati Kecepatan Belajar Setiap Anak

Tidak semua anak berkembang dengan kecepatan yang sama.

Ada yang cepat belajar membaca, ada pula yang lebih unggul dalam keterampilan sosial, seni, atau aktivitas motorik. Membandingkan anak dengan teman sebayanya hanya akan menciptakan tekanan yang tidak perlu.

Prinsip Montessori mengajarkan bahwa perkembangan anak adalah perjalanan yang unik, bukan perlombaan.

Baca Juga: Mengintip Cara Tahir Mendidik Anak-anaknya