dr. Citra menjelaskan, cedera tulang belakang juga tidak selalu langsung terlihat berat setelah seseorang terjatuh.

Korban yang masih sadar dan dapat berbicara setelah mengalami trauma belum tentu berada dalam kondisi aman. Karena itu, kondisi korban perlu diperhatikan secara serius, terutama jika terdapat tanda-tanda gangguan saraf.

“Pada cedera servikal yang berat, juga terdapat kemungkinan gagal napas karena gangguan saraf yang mengendalikan otot-otot pernapasan,” ujar dr. Citra.

Lebih lanjut, dr. Citra menegaskan, orang yang mengalami jatuh atau trauma pada daerah tulang belakang perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Korban juga tidak boleh sembarangan dipindahkan tanpa stabilisasi yang baik karena tindakan tersebut dapat memperparah cedera.

Ia pun memaparkan, beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai setelah seseorang mengalami trauma antara lain nyeri punggung hebat, rasa menekan di leher atau kepala, kelumpuhan mendadak, kesulitan menggerakkan bagian tubuh, rasa baal, hilangnya kontrol buang air kecil atau besar, serta penurunan kesadaran.

Pencegahan juga menjadi hal penting, kata dia, terutama di lingkungan sekolah. Candaan yang melibatkan tindakan fisik perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan agar tidak menimbulkan risiko cedera serius.

“Orang tua dan guru perlu memberi contoh kepada anak-anak untuk melakukan kegiatan permainan atau olahraga secara aman,” pesan dr. Citra.

Baca Juga: Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bagi Kesehatan, Ini Kata Dokter