Pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, soal kemungkinan “percepatan” sebelum Pemilu 2029 dinilai tidak bisa dianggap sebagai ucapan spontan.
Tokoh nasional sekaligus tokoh Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Ahmad Haikal Hasan mengecam keras pernyataan Ketua Umum Sukarelawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi yang berbicara percepatan Pemilu 2029 yang memungkinkan pelengseran Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ungkit Peristiwa Tumbangnya Rezim Orde Baru, Budi Arie Kembali Beri Peringatan Keras ke Prabowo
Dia menyebut, pernyataan yang disampaikan Budi Arie dalam sebuah forum tertutup yang dihadiri Joko Widodo (Jokowi) itu adalah ucapan yang sangat tak pantas diutarakan, mengingat karier politik Budi Arie pernah diselamatkan Prabowo.
“Jadi Budi Arie tidak pantas bicara seperti itu. Ingat, justru Budi Arie diselamatkan oleh Pak Prabowo,” kata Haikal dilansir Sabtu (29/8/2026).
Menurut Haikal, pernyataan Budi Arie bukan ucapan spontan tanpa adanya pemicu. Dia curiga pernyataan itu diutarakan sebab Budi Arie Cs sudah punya agenda tertentu yang bisa saja itu adalah agenda untuk mengganggu pemerintahan Prabowo.
“Kalau sampai keluar ucapan seperti itu, itu berarti sesuatu yang sudah dipikirkan, direncanakan, bukan spontan ujuk-ujuk begitu,” ujarnya.
“Saya enggak memusingkan siapa di sekitar Budi Arie, ya. Tapi itu adalah ucapan Budi Arie yang ada sebuah niatan, ada sebuah mens rea, kalau orang hukum bilang,” tegasnya.
Haikal juga tidak menganggap permintaan maaf Budi Arie setelah video pernyataannya viral sebagai jawaban atas persoalan tersebut.
“Kalau itu sudah dilontarkan, kemudian sekarang dia minta maaf, terus apa maksudnya enggak mau lagi, enggak ada ucapan lagi atau tidak ada rencana lagi? Enggak bisa,” katanya.
Ia menegaskan akan menelusuri lebih dalam jika memang terdapat gerakan untuk mempercepat Pemilu 2029.
“Kita melihat itu sebuah ucapan yang sistematis. Kita melihat itu sebuah gerakan. Jangan dikira kita diam saja. Kalau ada gerakan untuk percepatan Pemilu 2029, kita enggak bakal diam,” ujar Haikal.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik yang memperlihatkan Budi Arie berbicara dalam sebuah forum dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo berada di sebelahnya beredar luas.
Baca Juga: Budi Arie Disemprot Petinggi DPR: Ikuti Konstitusi!
Dalam video tersebut, Budi Arie menyebut memiliki insting bahwa situasi politik bisa terjadi “lebih cepat dari 2029”. Ia kemudian mempertanyakan kesiapan peserta forum jika terjadi percepatan, yang disambut respons “siap” dan “oke” dari sejumlah peserta.
Setelah video tersebut viral, Budi Arie menyampaikan klarifikasi melalui rekaman video dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan atas pernyataannya.rmol news logo article