Banyak orang menganggap penuaan wajah terjadi semata-mata karena bertambahnya usia. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Dokter estetika mengungkapkan bahwa sebagian besar tanda penuaan dini justru dipengaruhi oleh paparan sinar matahari yang terjadi setiap hari.

Dalam sesi Beauty Talk yang digelar PT Mirai Group Japan di Jakarta, dr. Cynthia Ayu dan dr. Vera menjelaskan bahwa sekitar 80% tanda penuaan pada wajah disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet, khususnya sinar UVA, sementara faktor usia hanya menjadi salah satu penyebabnya.

Menurut dr. Cynthia Ayu, sinar UVA mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan sinar UVB. Paparan sinar ini juga berlangsung sepanjang hari, bahkan saat cuaca mendung maupun ketika seseorang berada di dalam ruangan karena dapat menembus kaca.

Baca Juga: Cara Mencegah Flek Penuaan, Ini 3 Perawatan yang Bisa Dicoba!

"Jam kerja, waktu menyetir, di kantor, bahkan saat menjemput anak sekolah juga membuat kulit tetap terpapar sinar UVA tanpa disadari," ujar dr. Cynthia Ayu, kepada Olenka Senin (03/08/2026). 

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat perlindungan kulit sebaiknya tidak hanya dilakukan saat beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas harian.

Dalam kesempatan yang sama, kedua dokter juga menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penggunaan sunscreen. Padahal, Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa menerima paparan radiasi ultraviolet dalam intensitas tinggi sepanjang tahun.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Setelah Bangun Tidur yang Bisa Membantu Memperlambat Penuaan

Berdasarkan hasil riset mengenai perilaku perlindungan terhadap sinar matahari di Indonesia, hanya sekitar separuh responden yang menggunakan sunscreen. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar sepertiga yang memakainya secara konsisten, baik saat cuaca cerah maupun mendung.

Tak hanya itu, masih banyak pengguna yang belum memahami pentingnya memilih sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum, yakni mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA sekaligus UVB.

dr. Vera menjelaskan, masyarakat umumnya lebih mengenal angka Sun Protection Factor (SPF) saat memilih sunscreen. Padahal, perlindungan terhadap sinar UVA yang ditunjukkan melalui indikator PA juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Mempercepat Penuaan Tubuh

"SPF adalah angka yang mencegah kulit terbakar. PA adalah angka yang mencegah penuaan dini," jelas dr. Vera.

Menurutnya, edukasi mengenai perbedaan fungsi SPF dan PA masih perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat memilih produk perlindungan kulit sesuai kebutuhannya.

Selain membahas pentingnya perlindungan dari sinar matahari, kedua dokter juga menjelaskan bahwa teknologi sunscreen kini terus berkembang. Salah satunya melalui produk yang tidak hanya berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UV, tetapi juga dipadukan dengan kandungan yang membantu merawat kondisi kulit.

Dalam sesi tersebut, PT Mirai Group Japan turut memperkenalkan Majestic Day Repair, sunscreen berbasis mineral dengan SPF 20 PA++ yang mengombinasikan teknologi Signal Block Technology, human-type HSP, dan kompleks 3GF.

"Produk ini memantulkan, mencegat, memperbaiki, dan meremajakan, empat lapis perlindungan setiap pagi," kata dr. Vera saat menjelaskan keunggulan formulanya.

Sementara itu, dr. Cynthia Ayu menilai pendekatan yang menggabungkan fungsi perlindungan sekaligus perawatan kulit masih belum banyak ditemukan pada produk sunscreen di pasaran.

Lewat sesi edukasi tersebut, PT Mirai Group Japan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya melindungi kulit dari paparan sinar UVA yang dapat terjadi kapan saja, termasuk saat bekerja di kantor, berkendara, maupun beraktivitas di dalam ruangan.

Edukasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan penggunaan sunscreen secara rutin sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan kulit dan membantu mengurangi risiko penuaan dini.