Memberikan ruang bagi anak untuk mencoba berbagai aktivitas sejak dini ternyata memiliki manfaat yang jauh melampaui sekadar menemukan bakat.
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Ayoe Sutomo, M.Psi., Psi., proses eksplorasi merupakan fondasi penting yang membantu anak mengenali dirinya, membangun ketangguhan mental, hingga mengembangkan growth mindset yang akan berguna sepanjang hidup.
Ayoe mengungkapkan, ketika orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman, manfaat yang diperoleh tidak hanya terlihat dari kemampuan atau prestasi yang berhasil diraih.
Yang lebih penting, kata dia, adalah proses yang dijalani anak selama mengeksplorasi berbagai minat dan potensinya.

"Saat kita membantu anak memulai eksplorasi dan memaparkannya pada berbagai pengalaman, manfaatnya bukan hanya terlihat dari hasil akhirnya. Yang jauh lebih penting adalah proses yang mereka jalani selama bereksplorasi," terang Ayoe, saat acara press conference Bebelac Little Star 2026 yang digelar di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Jakarta, belum lama ini.
Menurut Ayoe, perjalanan eksplorasi tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya anak berhasil, tetapi ada pula saat mereka menghadapi kegagalan, kekalahan dalam kompetisi, atau menyadari bahwa suatu bidang ternyata bukan minatnya. Justru pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
"Dalam proses eksplorasi, anak akan mulai melihat apa kelebihannya, apa kekurangannya, dan bagian mana yang masih perlu dikembangkan. Semua itu membantu mereka mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik," jelasnya.
Kemampuan mengenali diri sendiri, lanjut Ayoe, merupakan salah satu fondasi utama bagi seseorang untuk tumbuh menjadi individu dewasa yang mampu mengambil keputusan dengan tepat serta memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
"Salah satu fondasi untuk menjadi individu dewasa yang baik adalah benar-benar mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Itu menjadi modal penting agar seseorang lebih berhasil di masa depan," katanya.
Baca Juga: Psikolog: Jangan Buru-buru Menentukan Bakat Anak, Beri Ruang untuk Bereksplorasi
Selain membangun kesadaran diri (self-awareness), lanjut Ayoe, proses eksplorasi juga mengajarkan anak untuk menghadapi tantangan dan bangkit ketika mengalami kegagalan. Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak agar tidak berhenti mencoba ketika menemui hambatan.
"Ketika anak menghadapi sandungan, kita bisa mengajaknya melihat bahwa mungkin kali ini belum berhasil, tetapi kita bisa mencoba lagi atau mencari cara yang berbeda. Di situlah anak belajar tentang growth mindset," tutur Ayoe.
Ayoe menilai, ketangguhan (resilience) dan growth mindset tidak bisa terbentuk secara instan ketika seseorang sudah beranjak dewasa. Kedua kemampuan tersebut perlu dilatih sejak usia dini melalui pengalaman nyata yang beragam.
"Tidak mungkin seseorang tiba-tiba memiliki growth mindset saat sudah dewasa. Semua itu harus dibangun sejak kecil melalui berbagai pengalaman yang mendukung anak untuk bereksplorasi," ujarnya.
Karena itu, Ayoe menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung agar anak bebas mencoba berbagai hal tanpa takut gagal.
Semakin banyak pengalaman positif yang diperoleh, kata dia, semakin besar pula kesempatan anak mengenali potensi terbaiknya.
Selain dukungan emosional dari keluarga, Ayoe mengingatkan bahwa eksplorasi anak juga perlu didukung oleh faktor lain, mulai dari stimulasi yang bermakna, lingkungan yang positif, hingga asupan nutrisi yang tepat agar tumbuh kembang berlangsung optimal.
"Kombinasi nutrisi yang tepat, stimulasi yang bermakna, dukungan orang tua, dan lingkungan yang mendukung menjadi fondasi penting agar anak tumbuh percaya diri, senang belajar, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya hingga dewasa," pungkas Ayoe.
Baca Juga: Bebelac Little Star 2026 Kembali Hadir, Dorong Anak Indonesia Berani Bersinar dengan Potensinya