Growthmates, setiap anak memiliki potensi dan cara yang berbeda untuk bersinar. Agar potensi tersebut berkembang secara optimal, anak membutuhkan kombinasi nutrisi yang tepat, stimulasi yang bermakna, serta dukungan penuh dari orang tua.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Bebelac kembali menghadirkan Bebelac Little Star 2026, sebuah program yang menjadi wadah bagi anak usia 1–10 tahun untuk mengeksplorasi minat dan bakat, membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan sosial.

Tahun ini, Bebelac menggandeng penyanyi dan aktris Sherina sebagai sosok inspiratif sekaligus berkolaborasi dengan Alfamart untuk memperluas jangkauan program kepada lebih banyak keluarga di Indonesia.

Dukungan terhadap tumbuh kembang anak juga diperkuat melalui Bebelac NutriGreat+ yang diperkaya Triple Fibers (FOS), DHA dua kali lebih tinggi, dan tanpa sukrosa.

Psikolog Anak dan Keluarga Ayoe Sutomo, M.Psi., Psi., mengatakan usia hingga 10 tahun merupakan masa eksplorasi sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru menentukan bakat anak. Menurutnya, masa tersebut adalah waktu bagi anak untuk mencoba berbagai pengalaman sebelum memutuskan bidang yang paling diminati.

"Sampai usia 10 tahun adalah masa eksplorasi. Ini waktunya anak mengenal lebih banyak, mencoba lebih banyak, dan mendapatkan lebih banyak pengalaman. Belum waktunya mereka hanya fokus pada satu bidang saja,” tutur Ayoe, saat acara press conference Bebelac Little Star 2026 yang digelar di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Ayoe kemudian menuturkan, tugas utama orang tua adalah memfasilitasi berbagai pengalaman, mengamati minat anak, lalu memberikan dukungan dan apresiasi. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai FOSA, yaitu Fasilitasi, Observasi, Support, dan Apresiasi.

Ia juga menekankan bahwa stimulasi tidak harus dilakukan melalui kegiatan khusus. Aktivitas sederhana bersama keluarga seperti bermain, belajar, atau memasak bersama dapat menjadi sarana stimulasi yang efektif selama anak merasa aman secara emosional.

"Yang paling penting dalam proses stimulasi adalah kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Untuk membuat anak berani bereksplorasi, mereka harus memiliki rasa aman secara emosional."

Menurut Ayoe, kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi tidak muncul secara instan, tetapi dibangun melalui proses yang panjang.

Pengalaman mencoba berbagai hal juga membantu anak mengenali diri sendiri, membangun resiliensi, serta menumbuhkan growth mindset yang akan menjadi bekal saat dewasa.

Baca Juga: Kembali Dibuka, Bebelac Little Star 2026 Ajak Anak Berani Tampil dan Percaya Diri