dr. Nadhira pun mengingatkan bahwa meta-analisis menemukan kebiasaan tidur kurang dari lima jam dapat menurunkan testosteron.

“Jadi tidur itu harus at least 6 jam atau bahkan lebih ya,” katanya.

Bagi orang dewasa, kata dia, kebutuhan tidur umumnya sekitar 7–9 jam setiap malam. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan mencukupi waktu istirahat menjadi langkah yang lebih baik untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pria juga perlu mewaspadai keluhan seperti tubuh yang terus-menerus terasa lemas, libido menurun, atau suasana hati yang mudah berubah. Meski dapat berkaitan dengan kadar testosteron rendah, gejala tersebut tidak selalu menunjukkan adanya gangguan hormon.

Keluhan serupa juga bisa dipicu kurang tidur, stres, gangguan metabolik, efek obat, atau kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.

“Kalau kamu ngerasa lemes terus, libido turun atau mood gampang drop, jangan langsung beli booster atau minta suntik hormon. Konsultasikan dulu ke dokter yang sesuai, baru nanti ditentukan treatment-nya,” jelas dr. Nadhira.

Terapi testosteron memang tersedia dan dapat membantu pria dengan defisiensi testosteron yang telah terdiagnosis serta memiliki indikasi medis. Namun, terapi ini bukan solusi untuk semua keluhan akibat pertambahan usia dan tidak seharusnya dilakukan atas permintaan sendiri tanpa evaluasi dokter.

Diagnosis umumnya memerlukan penilaian gejala serta pemeriksaan kadar testosteron pada pagi hari yang dikonfirmasi melalui pengukuran ulang sesuai pedoman klinis. Dokter juga perlu mengevaluasi kemungkinan penyebab dan mempertimbangkan manfaat serta risiko pengobatan.

Dikatakan dr. Nadhira, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah dampaknya terhadap kesuburan. Terapi testosteron dari luar tubuh dapat menekan produksi sperma sehingga pria yang masih merencanakan keturunan perlu mendiskusikan pilihan penanganan dengan dokter.

“Terapi testosteron itu emang ada dan bisa ngebantu kalau memang sesuai indikasi. Bukan dengan permintaan sendiri,” tegas dr. Nadhira.

Baca Juga: Bukan Cuma Suplemen, Dokter Ungkap 5 Kunci Menjaga Kesehatan Pria Usia 30 Tahun