Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggencarkan sosialisasi Program Beasiswa Sawit di Kota Sorong, Papua Barat Daya, sebagai upaya meningkatkan investasi pendidikan bagi generasi muda sekaligus mendorong pengarusutamaan gender di sektor perkebunan.

Kegiatan yang digelar pada 12 Mei 2026 itu merupakan kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, serta KPPN Sorong.

Sosialisasi diikuti sekitar 160 siswa SMA/SMK sederajat yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja sektor perkebunan kelapa sawit, serta 50 guru perwakilan dari 20 sekolah di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan.

Baca Juga: BPDP Dukung Hilirisasi Sawit Lewat Partisipasi di Hai Sawit Simposium 2026

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat, Moch. Abdul Kobir, mengatakan Program Beasiswa Sawit merupakan program strategis yang menjadi bentuk kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan tinggi, khususnya bagi anak-anak keluarga pekebun sawit dan masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan.

“Program ini memiliki makna yang lebih luas. Beasiswa Sawit bukan hanya tentang bantuan biaya pendidikan, tetapi tentang menciptakan mobilitas sosial, memperluas kesempatan hidup, dan membangun generasi Papua yang unggul, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Abdul Kobir.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum selaku Ketua Pengarusutamaan Gender (PUG) BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menegaskan bahwa program Beasiswa Sawit merupakan wujud komitmen BPDP dalam mencetak generasi unggul di bidang perkebunan yang berdaya saing tinggi, berintegritas, dan menjunjung kesetaraan gender.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dan siswa dapat memperoleh informasi lengkap tentang peluang, manfaat, dan mekanisme program Beasiswa Sawit dengan harapan semakin banyak putra-putri daerah Papua yang menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” kata Zaid Burhan Ibrahim.

Baca Juga: Olenka dan BPDP Gelar SWOT di Bekasi, Kupas Manfaat Sawit yang Dekat dengan Keseharian

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BPDP terhadap pengarusutamaan gender yang menjamin kesetaraan akses pendidikan dan peluang karier bagi laki-laki maupun perempuan tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang sosial.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Suparwati memaparkan kondisi sosial demografi perkebunan sawit rakyat di Papua Barat Daya. Berdasarkan data Statistik Perkebunan, luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat di wilayah tersebut mencapai 3.600 hektare dengan jumlah petani sebanyak 594 kepala keluarga yang tersebar di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

Kabupaten Sorong tercatat memiliki luas perkebunan sawit rakyat sebesar 3.214 hektare dengan 434 kepala keluarga petani, sedangkan Kabupaten Sorong Selatan memiliki luas 386 hektare dengan 160 kepala keluarga petani.

Baca Juga: BPDP Jadi Lokomotif Pengembangan SDM Sawit Nasional

“Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM perkebunan kelapa sawit, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP melaksanakan program Beasiswa Sawit yang pada tahun 2026 ini target pendidikan beasiswa sebanyak 5.000 orang,” ujar Suparwati.

Ia juga menjelaskan pemerintah menyediakan kategori khusus melalui Program Afirmasi bagi peserta dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, daerah 3T, wilayah perbatasan, serta peserta dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kuota afirmasi yang disediakan mencapai maksimal 30 persen dari total kuota keseluruhan berdasarkan asal daerah dan kondisi ekonomi.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), BPDP memiliki tugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana pungutan ekspor kelapa sawit. Dana tersebut salah satunya digunakan untuk program pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan di sektor perkebunan.

Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, Sudi Bawa Suwita, mengatakan Program Beasiswa Sawit menjadi investasi penting bagi generasi muda untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.

“Program Beasiswa Sawit ini hadir sebagai investasi bagi generasi muda, yang tidak hanya mendorong kemajuan perkebunan sawit, tetapi juga memastikan keberlanjutannya bagi masa depan Indonesia,” kata Sudi.

Ia mengungkapkan, sejak 2015 hingga 30 April 2026, total penerima Beasiswa Sawit mencapai 13.265 mahasiswa, dengan 4.975 penerima telah menyelesaikan pendidikannya. Program tersebut tersebar di 21 provinsi dan hingga 2025 melibatkan 42 lembaga penyelenggara pendidikan pengembangan SDM perkebunan.

Melalui sosialisasi ini, BPDP berharap penerima manfaat Program Pengembangan SDM Perkebunan dari daerah 3T, khususnya Papua Barat Daya, terus meningkat sehingga mampu membawa perubahan positif terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit nasional.