Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan komitmennya untuk memperkuat hilirisasi kakao nasional melalui pengembangan produk bernilai tambah, dukungan terhadap riset dan inovasi, serta penguatan ekosistem industri guna meningkatkan daya saing komoditas tersebut di pasar global.

Komitmen tersebut disampaikan BPDP saat berpartisipasi dalam EastFood Indonesia 2026 di Surabaya. Dalam pameran tersebut, BPDP menampilkan berbagai produk olahan kakao sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.

Analis Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Dinda, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kakao melalui penguatan sektor hilir.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Sawit, Peserta Pelatihan BPDP Dalami Teknik Panen dan Pascapanen di PTPN IV

"Kakao Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. BPDP berkomitmen untuk mendorong terciptanya produk-produk olahan kakao yang mampu bersaing di pasar global dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi seluruh pelaku dalam rantai industri. BPDP ingin mendorong ini melalui dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, promosi, serta penguatan ekosistem industri," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Olenka pada Jumat (26/06/2026). 

Menurut Dinda, hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan. Melalui pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh industri, tetapi juga petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.

BPDP menilai pengembangan produk olahan kakao menjadi salah satu langkah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing kakao Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

Baca Juga: POPSI dan BPDP Dorong Sawit Jadi Motor Penggerak Perekonomian Daerah 3T di Papua Barat Daya

Selain menampilkan berbagai produk olahan kakao, BPDP juga menggelar sesi pengenalan produk, diskusi mengenai peluang industri kakao Indonesia, serta aktivitas edukatif yang mengajak pengunjung memahami proses transformasi kakao dari komoditas perkebunan menjadi produk siap konsumsi.

Menurut BPDP, antusiasme pengunjung terhadap produk olahan kakao menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pangan berbasis kakao lokal sekaligus pentingnya pengembangan industri hilir sebagai strategi memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional.

Ke depan, BPDP akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar, memperkuat inovasi, serta mendukung pengembangan industri kakao sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.