Sebanyak 30 peserta Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 mengikuti kunjungan lapangan ke Kebun Cisalak Baru, Distrik Jawa Barat–Banten, PTPN IV Regional I, pada 23 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan DGL Learning Institute.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk memberikan pengalaman praktik kepada peserta terkait penerapan panen dan pascapanen kelapa sawit di tingkat perusahaan. Selama kegiatan, peserta memperoleh kesempatan mengamati secara langsung standar operasional panen, pengelolaan tandan buah segar (TBS), penanganan brondolan, hingga tata kelola pascapanen yang diterapkan di kebun.
Rombongan diterima oleh jajaran manajemen Kebun Cisalak Baru, yakni Asisten Kepala M. Zainussani, Administratur Kebun Maman Permada, Mandor I Tanaman Enjen, dan Mandor Panen Edih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Usaha Pertanian dan Perlindungan Tanaman Kabupaten Lebak, Irwan Riyadi, serta Panitia Lokal dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ceppy Romdoni.
Dalam sambutannya, Irwan Riyadi mengapresiasi penyelenggaraan program pelatihan yang mengombinasikan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi petani dan pelaku usaha perkebunan dalam menerapkan teknik panen dan pascapanen yang baik guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.
Baca Juga: Guru Besar IPB Dorong Intensifikasi Sawit Ketimbang Pembukaan Lahan Baru
Sementara itu, M. Zainussani yang mewakili Manajer Kebun Cisalak Baru, Wawan, menyampaikan bahwa perusahaan menyambut baik pelaksanaan kunjungan lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran peserta pelatihan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha perkebunan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan budidaya tanaman, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan panen dan penanganan hasil setelah panen.
“Panen merupakan titik kritis dalam rantai produksi kelapa sawit. Ketepatan dalam menentukan matang panen, pengumpulan brondolan, hingga pengangkutan hasil sangat berpengaruh terhadap kualitas dan nilai ekonomi tandan buah segar yang dihasilkan,” ujarnya.
Instruktur DGL Learning Institute, Esworo, mengatakan bahwa kunjungan lapangan menjadi salah satu metode pembelajaran penting dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat menghubungkan materi yang diperoleh di kelas dengan praktik operasional di lapangan.
“Melalui kunjungan ini, peserta dapat menghubungkan materi yang telah dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di kebun. Pengalaman langsung seperti ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik panen dan pascapanen yang baik,” kata Esworo.
Selama kunjungan, peserta mengamati proses panen mulai dari identifikasi kriteria matang panen, teknik pemanenan sesuai standar, pengumpulan dan pengelolaan brondolan, hingga pengangkutan hasil panen. Mereka juga berdiskusi dengan tim operasional kebun mengenai berbagai tantangan dalam menjaga kualitas hasil panen dan meningkatkan efisiensi operasional.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam pengelolaan panen dan pascapanen kelapa sawit secara efektif dan berkelanjutan.
Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan DGL Learning Institute dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan guna mendukung terwujudnya industri kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.