Tidak hanya melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap UMKM, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) juga menargetkan peningkatan nilai penjualan produk UMKM perkebunan dengan aktif melakukan promosi. Salah satu wujud fasilitasi program promosi BPDP untuk UMKM perkebunan tersebut dilakukan lewat partisipasi dalam kegiatan INACRAFT ke-26, Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft pada tanggal 4-8 Februari di Jakarta International Convention Center (JICC).
Dalam kegiatan tersebut, BPDP memfasilitasi UMKM binaan yang bergerak di industri kreatif berbasis turunan kelapa sawit, yaitu:
- Cambiacraft Indonesia: menonjolkan produk kriya berbahan lidi sawit seperti sandal, lampu hias, hingga alat musik dan lukisan dekoratif dari produk samping komoditas perkebunan yang ramah lingkungan;
- Jayanti Batik: menghadirkan beragam batik dengan menggunakan malam/lilin berbahan minyak sawit yang ramah lingkungan;
- Smart Batik Indonesia: menghadirkan batik berupa kain, baju, hingga payung batik dengan menggunakan malam/lilin berbahan minyak sawit yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Apresiasi Inovasi UMKM Binaan BPDP, Menkeu Purbaya Dorong Hilirisasi Sawit
Pada pembukaan acara, booth UMKM Perkebunan binaan BPDP dikunjugi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran mengapresiasi produk UMKM turunan kelapa sawit yang ramah lingkungan seperti kain dan baju batik yang menggunakan minyak sawit sebagai malam/lilin batiknya.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa partisipasi BPDP dalam kegiatan INACRAFT adalah untuk mempromosikan kebaikan dari komoditas perkebunan yang meliputi tiga produk, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
“Bapak Presiden dalam salah satu amanatnya menyampaikan bahwa sawit itu adalah miracle crop. Jadi, BPDP juga akan terus mendorong kelapa sawit dari sisi pengembangannya bagi masyarakat, terutama UMKM berbasis perkebunan. Dengan pengembangan UMKM ini, masyarakat dapat menikmati hasil produknya secara langsung,” ungkap Helmi Muhansah.
Sehubungan dengan tema INACRAFT, pemberdayaan juga dapat berfokus pada pengrajin perempuan di sektor perkebunan seperti kegiatan membatik yang dilakukan oleh perempuan guna mendorong inovasi produk kriya yang estetik dan berkelanjutan. Membatik menjadi kegiatan positif yang produktif dan berpotensi memberikan penghasilan tambahan sebagai bentuk pemberdayaan bagi perempuan, salah satunya oleh pembatik dari Jayanti Batik.
Direktur Jayanti Batik yang juga merupakan salah satu mitra binaan BPDP dalam kegiatan INACRAFT tersebut, Sri Nasifah, mengatakan, “Fasilitasi BPDP untuk Jayanti Batik melalui kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk kami."
Lebih lanjut dikatakan Sri Nasifah, produk-produk batik dari Jayanti Batik ini lebih ramah lingkungan karena menggunakan malam/lilin yang terbuat dari minyak kelapa sawit, bukan lagi minyak bumi.
Selain itu, melalui partisipasi pada INACRAFT, UMKM perkebunan juga mendapatkan akses langsung ke pembeli internasional dan nasional sehingga dapat memperluas jangkauan pasar. Seperti halnya salah seorang pembeli sandal lidi sawit yang berasal dari Jepang, Kodama, mengatakan, “Saya senang bisa membeli sebanyak ini. Orang Jepang memakai sandal di apartemen mereka, jadi saya rasa semua orang akan senang dengan sandal ini dan saya yakin sandal ini akan populer di Jepang."