Di tengah tuntutan profesionalisme dan pertumbuhan bisnis yang semakin besar, banyak perusahaan mulai menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan antarkaryawan agar tetap hangat dan manusiawi.
Namun, pendekatan berbeda justru diterapkan oleh ParagonCorp.
Perusahaan yang memiliki sekitar 14 ribu karyawan itu tetap berupaya membangun budaya kerja layaknya sebuah keluarga besar.
Co-founder ParagonCorp, Salman Subakat mengatakan, konsep kekeluargaan di dalam perusahaan bukan berarti bisnis dijalankan secara personal atau tidak profesional.
Menurutnya, semakin besar perusahaan justru harus semakin profesional, tetapi nilai kebersamaan tetap perlu dijaga sebagai pondasi budaya kerja.
“Perusahaan semakin besar, harus semakin profesional. Kalau ada pertanyaan bagaimana memperlakukan karyawan sebagai keluarga dengan 14 ribu orang, kita sering bilang bahwa ini adalah keluarga di bisnis, bukan bisnis keluarga,” papar Salman dalam sebuah video yang dikutip Olenka, Selasa (26/5/2026).
Salman menegaskan, cara pandang tersebut lahir dari nilai budaya Timur yang lebih mengedepankan kolektivitas dibanding individualisme.
Menurutnya, banyak teori bisnis modern yang berasal dari Barat cenderung menempatkan hubungan kerja secara profesional dan individual.
Sementara itu, budaya Indonesia memiliki pendekatan yang berbeda.
“Sejak dulu, budaya itu memang lebih penting. Namun, karena banyak buku bisnis berasal dari Barat, budaya yang berkembang lebih individual dan berfokus pada pekerjaan. Sementara kita yang memiliki budaya Timur yang spiritual ternyata agak berbeda, lebih kolektif,” jelasnya.
Baca Juga: Profil Salman Subakat Sang Co-Founder ParagonCorp