Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengakui biaya haji 2026 berpotensi naik signifikan hingga 50 persen imbas gejolak Timur Tengah karena perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terus berkecamuk hingga sekarang.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, saat ini pihaknya masih berupaya mencari skema pembiayaan terbaik.
Sejauh ini kata dia pemerintah belum menemukan sumber pendanaan untuk menutup potensi kenaikan biaya tersebut, namun dia memastikan, kementeriannya tetap mengupayakan jalan terbaik.
Baca Juga: Ditolak Purbaya, Dari Mana Anggaran BGN Borong Puluhan Ribu Sepeda Motor Listrik?
"Hari Jumat lalu sudah mencoba mencari-cari peluang-peluang, kemungkinan-kemungkinan dari mana sumbernya. Tetapi nanti ada rapat kabinet, nanti setelah itu akan kita pastikan dari mana sumber-sumbernya," kata Irfan dilansir Kamis (9/4/2026).
Irfan mengatakan seluruh skema yang tengah dipertimbangkan sekarang ini tidak bakal membebankan para calon haji, untuk itu dia meminta masyarakat tak perlu mengawatirkan kemungkinan kenaikan ongkos penyelenggaraan haji tersebut.
Ia juga memastikan tidak ada rencana untuk menggunakan skema subsidi silang dari jemaah haji tahun berikutnya, termasuk jemaah haji 2027, guna menutup kenaikan biaya pada tahun ini.
"Kalau artinya kalau biaya sekarang ini dibebankan kepada jemaah tahun depan, saya kira enggak. Saya kira enggak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menyatakan pihaknya siap mengucurkan dana cadangan apabila diminta oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Namun demikian, Fadlul menegaskan penggunaan dana cadangan tersebut perlu dibahas terlebih dahulu karena dana tersebut berasal dari setoran para calon jemaah yang masih dalam daftar tunggu.
Baca Juga: Dituding Hobi Jalan-jalan ke Luar Negeri, Prabowo: untuk Amankan Minyak ya Gue Harus Kemana-mana
"Nah pertanyaannya apakah jemaah tunggunya berkenan? Apakah pemerintahnya juga berkenan? Ataukah Komisi VIII sebagai perwakilan rakyat berkenan? Itu kan kita ikut perintah saja bagaimana instruksinya ke depan itu kita akan sesuaikan," kata Fadlul.