Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, Ria Lirungan menyoroti stigma yang menganggap leader perempuan dinilai lebih emosional ketimbang pemimpin pria, anggapan itu memang masih lekat pada banyak orang lantaran perempuan kerap kali dianggap mengambil keputusan berdasarkan perasaan.
Ria sendiri tak sepenuhnya sepakat dengan anggapan itu sebab perasaan emosional dalam diri perempuan tak melulu menjurus pada hal-hal negatif.
Baca Juga: Jangan Harap Bisa Jadi Pemimpin Kalau Tidak Punya Empati
“Kalau saya melihat gini, bagaimana kita memberikan persepsi terhadap kata emosional, karena buat saya emosional itu bukan suatu hal yang negatif,” kata Ria ketika berbincang dengan Olenka.id beberapa waktu lalu ditulis Senin (10/8/2026).
Bagi Ria sikap emosional dalam diri pemimpin wanita adalah cerminan sensitivitas seorang pemimpin dalam melihat kondisi sekitarnya dan ini baik bagi perkembangan sebuah organisasi perusahaan.
“Emosional itu adalah sebuah kepekaan gitu ya, bagaimana kita mengelola rasa kita. Sebenarnya sensitivitas di dalam seorang leader itu sangat diperlukan, bukan secara negatif tapi secara positif,” ujarnya.
Ria melanjutkan, lantaran menjadi pemimpin yang dianggap paling emosional, pemimpin perempuan menjadi yang paling berempati kepada seluruh bawahannya. Dan ini menjadi kunci sukses sebuah perusahaan.
Baca Juga: Kata-kata Prabowo di Perayaan Ulang Tahun Mas Bahlil: Kepemimpinan Tidak Bisa Jadi Hadiah
“Karena bagaimana kita punya empathy kepada tim kita sendiri, itu adalah sebuah hal yang positif yang harus dimiliki oleh seorang leader. Jadi, jadikanlah sisi emosional atau kepekaan itu menjadi hal yang positif dari seorang perempuan,” pungkasnya.