Istilah ‘wanita pejuang’ rasanya tidak berlebihan untuk menyebut wanita-wanita hebat yang memilih berkarier profesional di dunia kerja, mereka adalah perempuan ‘tahan banting’ yang dengan kesadaran penuh turut mengambil tanggung jawab besar dalam sebuah kehidupan rumah tangga tanpa mengabaikan tugas domestik menjadi ibu rumah tangga.

Memilih berkarier profesional bukan sesuatu yang bisa dipandang enteng, itu sebuah keputusan yang teramat berat, satu pundak memikul tekanan dan tuntutan dunia kerja, sedang yang lain diwajibkan mampu menopang tugas rumah tangga yang tak bisa didelegasikan kepada orang lain.

Baca Juga: Kena Counter Attack, Denny Indrayana Menolak Bungkam Tetap Ngegas Dorong Pemecatan Gibran: Diam Itu Dosa!

Pada sisi lain mereka juga turut menanggung beban budaya patriarki yang memang masih mendarah daging di banyak kalangan masyarakat. 

“Makanya sekarang perempuan-perempuan hebat di luar sana yang masih tetap bisa bertahan dan mencapai posisi puncak adalah mereka-mereka yang memang fighter yang tetap bertahan untuk tetap berjuang untuk bisa terus belajar, berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik,” kata Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, Ria Lirungan ketika berbincang dengan Olenka.id ditulis Selasa (11/8/2026).

Tantangan Wanita Karier

Dari deretan tantangan yang ada, wanita karier biasanya masuk dalam sebuah fase yang menghadapkan mereka pada pilihan sulit, banyak yang sukses melaluinya, tetapi tidak sedikit pula yang memilih menyerah karena berbagai faktor.

Bukan dipertengahan atau di penghujung karier, tantangan ini justru berada persis di depan garis start, terlebih bagi mereka yang baru mulai merintis karier dan baru memulai hidup berumah tangga.

“Tantangan terbesar itu ketika perempuan di masa awal karirnya pada saat itulah dia merintis karir di mana dia baru juga memulai keluarganya (baru menikah),” ujarnya.

Kebanyakan perempuan langsung gugur di tahap ini, mereka yang sukses melangkah ke tahap berikutnya adalah wanita-wanita yang mendapat dukungan penuh dari orang-orang terdekatnya. 

Ketika niat merintis karier profesional tak didukung atau bahkan ditentang keluarga karena berbagai alasan, banyak perempuan memilih mengubur mimpi itu.

Sebagai catatan ini tak berlaku general bagi semua perempuan, ada yang bahkan tetap pada pendirian dan mampu membuktikan diri di kemudian hari.

“Jadi seperti saya bilang biasanya support system itulah yang paling challenging,” ucap Ria.

Tantangan besar berikutnya datang dalam diri mereka sendiri. Banyak perempuan bahkan dengan sengaja menutup pintu ketika diberi kesempatan besar yang bisa membawa mereka ke puncak karier. Imbasnya karier profesional yang diimpikan justru tak maksimal direngkuh.

Baca Juga: Gegara Prabowo Puji Bahlil, Kecerdasan Presiden RI Dihitung Satu-satu: Soekarno hingga SBY Grade A, Jokowi Paling Rendah, Nggak Punya Ijazah

“Challenge berikutnya yang sebenarnya itu harus dikelola sendiri jadi banyak perempuan yang merasa bahwa dia bahkan menghentikan spotlight yang sebenarnya sudah ditujukan kepadanya kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya kemudian dia merasa takut untuk bisa menerima challenge itu,” pungkas Ria.