Sebaliknya, mandi air yang terlalu panas justru berisiko mengurangi minyak alami pada kulit. Akibatnya, kulit bisa menjadi lebih kering, terasa gatal, bahkan lebih mudah mengalami iritasi.
Menurut dokter kulit Kopelman, mandi pagi juga dapat membantu mengurangi wajah yang tampak bengkak setelah bangun tidur. Bahkan, kebiasaan ini juga baik untuk kesehatan rambut.
Pasalnya, tidur dalam kondisi rambut masih basah berisiko menyebabkan rambut mudah rusak akibat gesekan, sekaligus meningkatkan risiko iritasi hingga pertumbuhan jamur pada kulit kepala.
Manfaat Mandi di Malam Hari
Sementara itu, mandi di malam hari memiliki manfaat tersendiri. Dokter kulit Anna Chacon mengungkap, mandi air hangat di malam hari dapat membantu tubuh lebih rileks. Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat menurunkan suhu tubuh dan memberi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk bersantai.
Baca Juga: Jus Jeruk vs Kopi: Mana Minuman Pagi yang Lebih Sehat untuk Tubuhmu?
Setelah seharian beraktivitas, mandi dapat membantu membersihkan kotoran, debu, keringat, hingga polusi yang menempel di tubuh. Selain membuat tidur terasa lebih nyaman, kebiasaan ini juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.
Menurut dokter kulit Anna Andrienko, membersihkan sisa tabir surya, riasan, polusi, dan berbagai residu lainnya sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kebersihan kulit sekaligus mengurangi risiko iritasi dan munculnya jerawat.
Meski sebagian orang yang mandi pagi tetap mencuci wajah pada malam hari, kebiasaan tersebut belum tentu membersihkan area tubuh lainnya yang juga terpapar kotoran selama beraktivitas.
Selain itu, malam hari merupakan waktu ketika kulit melakukan proses regenerasi. “Karena itu, mengoleskan pelembap setelah mandi malam dapat membantu mengunci kelembapan sehingga kulit tetap terhidrasi dan proses pemulihannya berlangsung lebih optimal,” ujar dokter kulit Chacon.