Mandi menjadi salah satu rutinitas yang hampir tidak pernah dilewatkan setiap hari. Selain membuat tubuh terasa lebih segar dan bersih, kebiasaan ini juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun yang sering menjadi pertanyaan, lebih baik mandi pagi atau malam hari? Atau justru keduanya?
Seorang dokter kulit bersertifikasi bernama Hannah Kopelman, DO, seperti dikutip dari laman Health, mengungkap bahwa tidak ada jawaban cocok untuk semua orang. Baik mandi pagi atau malam memiliki pro dan kontra untuk tubuh, yang pada akhirnya tergantung pada preferensi dan prioritas masing-masing.
Manfaat Mandi Pagi
Memulai hari dengan mandi ternyata bisa memberikan banyak manfaat. Selain membuat tubuh terasa lebih segar, mandi pagi juga dapat membantu meningkatkan semangat sebelum beraktivitas.
Bahkan, survei dari Sleep Foundation menemukan bahwa 73% responden mengaku merasa lebih segar dan berenergi setelah mandi di pagi hari.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Malam Hari yang Ampuh Menurunkan Kolesterol
Rasa segar tersebut diduga berasal dari meningkatnya kewaspadaan dan sirkulasi darah setelah mandi. Selain itu, mandi pagi juga membantu membersihkan keringat yang menumpuk selama tidur sehingga tubuh terasa lebih bersih dan nyaman untuk memulai hari.
Tak hanya itu, mandi pagi terutama dengan air dingin, juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mandi air dingin dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus meredakan nyeri.
Sebaliknya, mandi air yang terlalu panas justru berisiko mengurangi minyak alami pada kulit. Akibatnya, kulit bisa menjadi lebih kering, terasa gatal, bahkan lebih mudah mengalami iritasi.
Menurut dokter kulit Kopelman, mandi pagi juga dapat membantu mengurangi wajah yang tampak bengkak setelah bangun tidur. Bahkan, kebiasaan ini juga baik untuk kesehatan rambut.
Pasalnya, tidur dalam kondisi rambut masih basah berisiko menyebabkan rambut mudah rusak akibat gesekan, sekaligus meningkatkan risiko iritasi hingga pertumbuhan jamur pada kulit kepala.
Manfaat Mandi di Malam Hari
Sementara itu, mandi di malam hari memiliki manfaat tersendiri. Dokter kulit Anna Chacon mengungkap, mandi air hangat di malam hari dapat membantu tubuh lebih rileks. Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat menurunkan suhu tubuh dan memberi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk bersantai.
Baca Juga: Jus Jeruk vs Kopi: Mana Minuman Pagi yang Lebih Sehat untuk Tubuhmu?
Setelah seharian beraktivitas, mandi dapat membantu membersihkan kotoran, debu, keringat, hingga polusi yang menempel di tubuh. Selain membuat tidur terasa lebih nyaman, kebiasaan ini juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.
Menurut dokter kulit Anna Andrienko, membersihkan sisa tabir surya, riasan, polusi, dan berbagai residu lainnya sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kebersihan kulit sekaligus mengurangi risiko iritasi dan munculnya jerawat.
Meski sebagian orang yang mandi pagi tetap mencuci wajah pada malam hari, kebiasaan tersebut belum tentu membersihkan area tubuh lainnya yang juga terpapar kotoran selama beraktivitas.
Selain itu, malam hari merupakan waktu ketika kulit melakukan proses regenerasi. “Karena itu, mengoleskan pelembap setelah mandi malam dapat membantu mengunci kelembapan sehingga kulit tetap terhidrasi dan proses pemulihannya berlangsung lebih optimal,” ujar dokter kulit Chacon.
Jadi, Lebih Baik Mandi Pagi atau Malam?
Pada akhirnya, pilihan antara mandi pagi atau malam bergantung pada gaya hidup, rutinitas, dan kebutuhan masing-masing orang.
Jika kamu memiliki waktu luang di malam hari atau ingin membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus menjaga kesehatan kulit, mandi malam bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika kamu membutuhkan dorongan energi untuk memulai aktivitas, mandi pagi dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan siap menjalani hari.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Pagi yang Diklaim Bisa Membuat Hari 10 Kali Lebih Produktif
Apa pun waktu mandi yang dipilih, dokter kulit Anna Andrienko mengingatkan bahwa mandi setelah berolahraga sebaiknya tidak dilewatkan.
Pasalnya, keringat yang bercampur dengan bakteri dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko munculnya jerawat maupun iritasi, terutama di area punggung dan dada.
Semoga bermanfaat!