Setelah tubuh terbiasa, lanjut dr. Bobby, intensitas olahraga dapat ditingkatkan secara bertahap. Menurut dr. Bobby, seseorang yang sudah rutin berjalan kaki selama dua hingga tiga bulan dapat mulai beralih ke jalan cepat.
Selanjutnya, apabila sudah menjalani jalan cepat secara konsisten selama sekitar enam bulan, barulah olahraga kardio dengan intensitas lebih tinggi seperti jogging atau lari dapat mulai dipertimbangkan.
"Kalau sudah biasa mungkin dua sampai tiga bulan, diubah menjadi jalan cepat. Setelah mungkin enam bulan rutin jalan cepat, baru mulai kardio yang lebih intens seperti jogging atau lari," katanya.
Meski demikian, dr. Bobby tetap tidak menyarankan pemula langsung mencoba olahraga berat, terutama lari jarak jauh.
Ia menekankan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sebaiknya dilakukan setelah tubuh benar-benar siap dan telah melalui tahapan latihan yang cukup.
Terlebih bagi mereka yang berusia 35 tahun ke atas atau memasuki usia 40-an, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting sebelum memulai olahraga berat.
Hal ini, lanjut dr. Bobby, bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan jantung yang belum disadari sehingga risiko komplikasi saat berolahraga dapat diminimalkan.
"Untuk kesehatan dan keamanan jantung, saya tidak menyarankan teman-teman yang baru mulai olahraga langsung dengan intensitas berat seperti lari jarak jauh. Apalagi kalau sudah usia 35 tahun ke atas atau 40-an, jangan coba-coba sebelum melakukan medical check-up," tutup dr. Bobby.
Baca Juga: Sulit Punya Momongan? Ini Pemeriksaan yang Wajib Dilakukan Menurut Dokter Kandungan