Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), M Hadi Nainggolan mengatakan, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terancam terhambat lantaran mandeknya pasokan pangan yang disuplai ke pasaran. Hadi menegaskan ini menjadi ancaman nyata yang mesti diperhatikan secara serius oleh pemerintah.

Ancaman putusnya rantai pasok yang menyebabkan kelangkaan serta melambungnya harga pangan disebabkan oleh sejumlah hal, salah satunya adalah minimnya perhatian para pemangku hajat. 

Baca Juga: Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Sedang Jadi Sorotan

Alih-alih memikirkan perbaikan serta penguatan sektor hulu pangan sebagai langkah strategis dalam mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto itu, mereka justru berlomba menyerok cuan besar dari salah satu program sosial terbesar di Indonesia tersebut.

“Faktanya hari ini kalau saya mau jujur menyampaikan, semuanya berebut dengan rente trading-nya. Semuanya berebut dengan rente bagaimana menjadi makelar susu, makelar minyak goreng, makelarnya telur, makelarnya nugget. Saya menyampaikan, saya termasuk adalah yang dari awal mendukung MBG, bisa dilihat dari semua jejak rekam digital kita,” kata Hadi kepada Olenka.id ditulis Kamis (30/4/2026).

Pemerintah sendiri mengharapkan MBG membawa dampak domino yang menyasar berbagai lini. Program itu tak hanya sekadar pemenuhan mutu gizi pada anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui serta lansia, namun lebih dari itu MBG diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat suplai pangan serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Di beberapa sektor, kata Hadi MBG memang memberi dampak signifikan, namun di sektor lain pengaruh program itu belum begitu kelihatan dampaknya. 

Sebagai contoh, permintaan telur ayam di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur melonjak drastis setelah MBG efektif diberlakukan. Sebelum adanya MBG permintaan telur ayam di salah satu pasar terbesar di Jakarta itu berkisar 200 ribu butir perbulan. Sekarang permintaannya melonjak menjadi 350 ribu perbulan.

Ini adalah sinyal positif yang mesti ditindaklanjuti dengan penambahan peternakan ayam untuk memenuhi kebutuhan telur di masa mendatang. Penambahan ladang ternak bakal berimbas langsung ke berbagai sektor lain seperti penambahan suplai pakan hingga penambahan tenaga kerja.

“Bukan kawan-kawan ini berebut berlomba-lomba menjual telur lebih mahal. tidak. Pikiran bagaimana mendorong sesuai dengan arahan Pak Presiden, maka kita tambahlah kandang ayamnya, kita tambahlah populasi ayamnya, sehingga apa? Berdampak. Artinya apa? Sektor hulunya bertambah, populasi ayamnya bertambah, kandangnya bertambah, berarti pakannya bertambah, supplier di hulu bertambah, berarti apa? Karyawannya juga bertambah,” tegasnya.

“Begitu juga dengan misalkan ada sayur mayur, buah-buahan, kebun pisang, kebun jeruk, termasuk juga adalah sawah dan sebagainya harus bertambah. Kenapa? Karena konsumsinya meningkat di program MBG ini. Tapi faktanya hari ini kalau saya mau jujur menyampaikan, semuanya berebut dengan rente tradingnya,” tambahnya.

Baca Juga: Pesan Tegas HIPMI untuk Pengelola Dapur MBG

Hadi mendorong para pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program MBG untuk tidak mengedepankan keuntungan, yang mesti dipikirkan bareng adalah bagaimana kelanjutan program tersebut dengan persedian pangan yang tetap melimpah ke depannya agar MBG terlaksana seperti rencana awal.

“Jadi ini bagaimana kita dorong anak-anak muda pelaku-pelaku usaha yang hari ini numpuk jadi makelar ini, kita dorong ke sektor produksi real. Apa? Menanam pisang ayo, menanam jeruk, nambah kebun sayur mayur, kebun sawi, pakcoy, nambah lagi apa? Nambah kolam-kolam ikan. Nah ini yang harus kita gerakkan nyata dan menurut saya ini nggak akan berhasil kalau nggak kita tongkrongin,” pungkasnya.