Emiten manufaktur komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun, tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari capaian tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp144,9 miliar atau meningkat 1,5% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan laba per saham (EPS) sebesar Rp31.

Presiden Direktur Irianto Santoso menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan roda dua dan roda empat.

Baca Juga: Pendapatan Fast Retailing Naik 14,8% pada Semester I Tahun Fiskal 2026

“Segmen roda dua masih menjadi penyumbang utama pendapatan, dengan kontribusi mencapai 60% dari total pendapatan Perseroan. Selama Januari–Maret tahun ini, penjualan segmen roda dua mencapai Rp932,3 miliar, meningkat 0,6% YoY,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sementara itu, segmen kendaraan roda empat mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 24% YoY menjadi Rp391,5 miliar, dengan kontribusi sekitar 25% terhadap total pendapatan pada kuartal I 2026.

Ke depan, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% sepanjang tahun 2026, meskipun industri otomotif masih dibayangi tantangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi.

Baca Juga: APLN Catatkan Penjualan dan Pendapatan Usaha Rp3,57 Triliun Sepanjang 2025

Meski demikian, Perseroan tetap optimistis dapat mencapai target tersebut dengan mempertahankan kinerja penjualan serta memperkuat strategi bisnis. Upaya yang dilakukan antara lain menjaga loyalitas pelanggan serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.

Secara khusus, DRMA juga akan memperketat pengelolaan biaya operasional sebagai bagian dari strategi untuk menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.