PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon, BEI: BDMN), anggota MUFG, mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35% dan pertumbuhan 12% pada pendapatan operasional sebelum pencadangan pada kuartal pertama 2026, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), setelah memperhitungkan dampak dari implementasi PSAK 338.1 Pertumbuhan profitabilitas ini didukung dengan pertumbuhan 9% year-on-year pada total kredit dan trade finance konsolidasian, serta pertumbuhan 16% year-on-year pada total simpanan konsolidasian.
Nobuya Kawasaki, Direktur Utama Danamon, menjelaskan, “Danamon mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan arahan strategis untuk Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.”
Baca Juga: Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I/2026
Dalam sisi intermediasi keuangan, pada tanggal 31 Maret 2026, Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9% year-on-year. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11% pada lini bisnis Enterprise Banking & Financial Institution, 9% pada lini bisnis SME Banking, 7% pada lini bisnis Consumer Banking, dan 5% pada lini bisnis Adira Finance. Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp176,1 triliun, tumbuh 16% year-on-year.
Dalam sisi profitabilitas, sepanjang 1Q2026 Danamon membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 12% year-on-year. Dengan perbaikan sebesar 13% year-on-year pada biaya kredit (cost of credit), Danamon membukukan laba operasional konsolidasian sebesar Rp1,6 triliun. Laba bersih periode berjalan konsolidasian pada 1Q2026 adalah sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya.1 Dalam sisi rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 7,6%.
Pertumbuhan pada sisi intermediasi keuangan dan profitabilitas tersebut dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Per 31 Maret 2026, Danamon mencatatkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2%, lebih baik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio NPL bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,6%, 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Danamon juga mencatatkan rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) sebesar 290,6%, meningkat 8,3 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Capaian Kinerja Operasional 1Q2026
Seiring Danamon terus mengimplementasikan prioritas strategisnya, yang mencakup fokus pada sejumlah ekosistem bisnis prioritas, serta investasi untuk memperkuat kapabilitas inti pada perbankan digital, branding, sumber daya manusia, dan transformasi kantor cabang, Danamon mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 1Q2026.
Pada ekosistem otomotif, Danamon mencatatkan pertumbuhan 36% year-on-year pada penyaluran pinjaman sinergi (synergy loan) Danamon bersama dengan Adira Finance. Pertumbuhan pada ekosistem otomotif tersebut didukung oleh sejumlah inisiatif kunci, khususnya dukungan Danamon bersama dengan Adira Finance dan MUFG pada penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 pada 5-15 Februari 2026. Pada acara tersebut, lebih dari 580.000 pengunjung IIMS Jakarta 2026 mendapatkan kesempatan memanfaatkan beragam solusi finansial dari Danamon, termasuk KPM Prima, produk pembiayaan kolaborasi Danamon dan Adira Finance. Pada IIMS Jakarta 2026, Danamon mencatatkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 9% year-on-year.
Nasabah Danamon terus memanfaatkan berbagai solusi perbankan digital yang ditawarkan Danamon yang tersedia melalui D-Bank PRO maupun Danamon Cash Connect. D-Bank PRO, aplikasi perbankan digital Danamon untuk nasabah retail, mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 31% year-on-year, dan pertumbuhan nilai transaksi sebesar 39% year-on-year. Danamon terus melakukan sejumlah peningkatan pada aplikasi D-Bank PRO untuk meningkatkan kenyamaan nasabah, termasuk melalui fitur-fitur baru seperti pengalaman onboarding yang terpadu untuk nasabah kartu kredit, fitur pelaporan pajak yang dapat diunduh, serta peningkatan pada antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX). Danamon Cash Connect, aplikasi perbankan digital Danamon untuk nasabah korporasi, mencatatkan pertumbuhan nasabah pengguna sebesar 24% year-on-year, serta pertumbuhan 11% year-on-year baik pada jumlah transaksi maupun nilai transaksinya.