Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi turut menyoroti pemecatan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto beberapa hari lalu.
Teddy secara khusus menyoroti pernyataan sejumlah pengamat yang berasumsi Purbaya tidak layak diganti, tetapi sebaliknya yang harus dipecat adalah sejumlah menteri yang berasal dari partai politik yang dinilai tak becus bekerja.
Baca Juga: Didepak Prabowo, Purbaya Langsung Digadang-gadang Maju Pilpres 2029 Bareng Anies Baswedan
Bagi Teddy pencopotan menteri bukan keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, semuanya jelas sudah dihitung matang -matang, merutnya pendapat para pengamat itu terlampau prematur dan mudah dipatahkan, asumsi mereka tidak didukung data-data yang kuat.
"Menurut saya malah kebalik, seharusnya ya kita itu harus mengganti para pengamat-pengamat yang ada sekarang, karena yang ada sekarang itu miskin data, miskin informasi ya. Lebih banyak subjektifnya daripada objektifnya," kata Teddy dikutip Jumat (18/9/2026).
"Makanya kalau kata pengamat banyak menteri dari partai yang harus diganti, ya itu kan lebih banyak ke subjektifnya. Mereka harusnya mengamati kenapa si A ini harus diganti, menteri dari partai yang harus diganti Kenapa? Makanya kita lagi krisis pengamat ya, bukan krisis pejabat," tambahnya
Pernyataan sejumlah pengamat mengenai pemecatan Purbaya kata Teddy terkesan sarat kepentingan politik sehingga pendapat yang mereka sampaikan hanya untuk mendukung agenda mereka pribadi.
Teddy menegaskan, kualitas pengamat saat ini memang sangat menyedihkan, berbeda dengan pengamat-pengamat dulu yang selalu menyajikan data yang bikin pandangan mereka sukar dipatahkan.
"Memiliki data yang cukup kuat sehingga argumentasinya, pengamatannya itu tidak lemah. Kalau sekarang banyak pengamat-pengamat yang mudah dipatahkan," sebutnya.
"Bahkan saya mengajari mereka bagaimana cara mengamati gitu. Sebuah hal yang perlu diamati. Jadi bagaimana kita mau mendapatkan pengamatan yang baik, sedangkan para pengamat-pengamat saat ini, orang-orang yang menyampaikan pengamatannya dengan data yang sangat minim dan sangat miskin," jelasnya.
Pemecatan Purbaya dikritik keras sejumlah pengamat salah satunya datang dari Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga.
Menurut Jamiludddin, masih banyak menteri di Kabinet Merah Putih yang sangat layak ditendang, bukan Purbaya publik kata dia justru mengharapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Pangan Zulkifli Hasan gang seharusnya dipecat. Kinerja keduanya amburadul.
"Karena itu, publik memang sudah mengharapkan Prabowo me-reshuffle menterinya. Namun sayangnya reshuffle hanya untuk Menteri Keuangan. Padahal masih banyak menteri bidang ekonomi yang layak di-reshuffle, seperti Menteri ESDM Bahlil dan Menko Pangan Zulkifli Hasan," ujarnya.