Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto jika Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak awal tahun 2026 ini. Hal tersebut berkat program mandatory biodiesel 50 (B50).

Berdasarkan datanya, ia mengatakan jika konsumsi solar dalam negeri sekitar 38-40 juta kilo liter (KL) per tahun dan sekitar 3 juta-4 juta kl per tahun dari impor.

Baca Juga: Top! Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan B50

"Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita dan ini adalah pertama kali bapak," ujarnya dalam acara peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: B50 Resmi Berlaku, Mentan Pastikan Pasokan Sawit Aman dan Impor Solar Berhenti

Lanjutnya, ia juga melaporkan untuk mencapai program B50 sangat tidak mudah. Pasalnya, tahapan kenaikan harga BBM campuran biodiesel naik per 5 persen atau maksimal 10 persen dalam waktu 3 tahun.

"Tapi perintah Bapak Presiden waktu itu, bahwa bagaimana caranya pun B50 harus kita bisa luncurkan di 2026, karena kami maknai arahan dan perintah Bapak Presiden tidak hanya persoalan B50-nya,tapi persoalan kedaulatan, kemandiriaN, dan harga diri bangsa untuk bisa kita menghasilkan energi dari negara kita sendiri," terangnya.

Meski demikian, ia menjamin B50 jauh lebih baik dari B40. "Pak, ini tesnya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil, mobil Mercedes pun dites Pak, bus. Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin. Kapal-kapal semuanya kita tes. Dan alhamdulillah Pak, hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," tukasnya.